kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45878,14   -8,04   -0.91%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ExportHub.id Gandeng Import United Ausindo untuk Tembus Pasar Australia


Selasa, 04 Juli 2023 / 22:09 WIB
ExportHub.id Gandeng Import United Ausindo untuk Tembus Pasar Australia
ILUSTRASI. Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/6/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekosistem ExportHub.id melalui PT Andalan Ekspor Indonesia (AeXI) dan perusahaan Import United Ausindo Pty Ltd telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk Indonesia ke pasar Australia. 

Penandatanganan kerjasama tersebut terlaksana atas inisiasi Atase Perdagangan Canberra, Australia, dimana penandatanganannya dilakukan secara digital atau secara jarak jauh menggunakan platform Privy dari Sydney, Australia dan Jakarta, Indonesia.

Menurut Direktur Utama AeXI, Amalia Prabowo, penandatanganan kerja sama ini merupakan bentuk nyata dari komitmen AeXI untuk terus mempererat sinergi dalam memperkuat pasar dalam negeri terutama UKM, sekaligus untuk meningkatkan daya saing di sektor perdagangan luar negeri. 

“Bersama Import United Ausindo Pty Ltd, ExportHub.id ingin meningkatkan volume produk-produk ekspor Indonesia ke Australia, seperti rempah dan bumbu dapur, kopi, teh, kayu, dan furnitur”, tegas Amalia Prabowo dalam keterangannya, Selasa (4/7).

Baca Juga: Hack4ID Sebagai Pelatihan Calon Founder Startup untuk Hadirkan Solusi Berkepanjangan
  
Sementara itu, Direktur Import United Ausindo Pty Ltd, Michael Samsir, menyatakan bahwa MoU ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mendapatkan kepastian supplier produk Indonesia sesuai kebutuhan yang ada di Australia. 

“Semakin banyak produk Indonesia yang saat ini dicari tidak hanya oleh orang Indonesia, namun juga oleh orang Australia.  Terutama pasar rempah yang saat ini didominasi oleh India, Cina, dimana supply dari India sedang dilanda masalah kualitas dan hubungan bilateral antara Australia dan Cina yang sedang memburuk.  Ditambah lagi dengan dukungan dari pemerintah Indonesia melalui program Indonesia Spice Up The World, ini merupakan peluang emas bagi kita dan Indonesia”, ucap Michael Samsir. 

Senada dengan hal tersebut, penandatanganan MoU antara ExportHub.id dan Import United Ausindo Pty Ltd merupakan upaya nyata dari Atase Perdagangan Canberra dalam meningkatkan neraca ekspor dari Indonesia ke Australia. 

“Atase Perdagangan Canberra akan turut aktif dalam mendorong kerja sama bisnis antara kedua negara,” ujar Agung Haris Setiawan, selaku Atase Perdagangan Canberra, Australia, di sela acara peresmian kantor Privy di Australia.  

Baca Juga: EdenFarm Donasi Hewan Kurban untuk Mitra Tani di 9 Wilayah Pertanian Garapan

Privy adalah sebuah platform terintegrasi yang menyediakan layanan tanda tangan digital pertama di Indonesia. Privy memberikan layanan yang legal, mudah, dan aman untuk melakukan penandatanganan berbagai dokumen digital. Kabar baiknya, Privy sudah tercatat dan diakui secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). 

“Kami juga tidak perlu khawatir tentang masalah confidentiality juga legalitas dokumen yang sudah ditandatangani, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses kerja sama ini”, ujar Amalia Prabowo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×