kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45878,14   -8,04   -0.91%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Fresh Factory Lakukan Ekspansi, Kerjasama dengan 600 Anggota Aprindo


Kamis, 21 September 2023 / 10:18 WIB
Fresh Factory Lakukan Ekspansi, Kerjasama dengan 600 Anggota Aprindo
Kerja sama Fresh Factory dengan Aprindo.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fresh Factory, startup di bidang cold chain fulfillment center atau startup di bidang pusat pemenuhan rantai dingin melebarkan sayap bekerja sama dengan 600 anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). 

Startup yang memberikan layanan berupa simpan, kemas, dan kirim kepada pelanggan ini telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), diwakili oleh Founder dan CEO Fresh Factory Larry Ridwan dan Ketua Umum Aprindo (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia) Roy Nicholas Mandey, bertempat di Kantor Fresh Factory, Jakarta Selatan, Rabu (20/09). 

Penandatanganan MoU ini ungkap Larry bertujuan untuk memperkenalkan dan membangun kerja sama pemanfaatan jasa logistik Fresh Factory kepada anggota Aprindo, sehingga MoU ini memungkinkan untuk anggota Aprindo yaitu pengusaha ritel lokal maupun jaringan nasional untuk dapat memanfaatkan jasa logistik gudang dingin dari Fresh Factory.

Baca Juga: Aprindo Ungkap Alasan Peritel Batasi Pembelian Beras Konsumen

Larry menambahkan pertumbuhan di sektor cold chain fulfillment center menurutnya sangat besar, bisa diatas 15% bahkan menyentuh 20%.

“Growthnya besar, jadi menurut saya angka oportunitasnya jauh lebih besar. Ini itungan kasar aja, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia itu US$ 1.000 miliar, kalau dari perdagangan itu nilainya 20% cold chain related, mau buah sayur daging, berarti US$ 200 miliar sudah pasar cold chain logistik sendiri,” jelasnya. 

Perkembangan cold chain logistik ungkap dia bahkan lebih pesat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5%.

“Negara aja tumbuh 5%, ini cold chain bertumbuh 4x lipatnya. Kalo istilah saya terjadi cold chain culture, jadi ini memang banyak terjadi di sektor Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C),” jelasnya. 

Hingga akhir tahun ini Fresh Factory juga menargetkan penambahan 100 gudang di 150 kota-kabupaten yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: China Expected to Leave Benchmark Loan Rates Unchanged in September

Chief Technology & Product Officer (CTPO) Fresh Factory, Teddy Setiawan, juga menambahkan bahwa konsep cold chain fulfillment seperti ini sudah sangat dibutuhkan sekarang.

"Operasi kami juga didukung oleh sistem teknologi WMS, TMS yang komprehensif dan dilengkapi IOT, sehingga dapat dipakai oleh tenant-tenant baik skala kecil maupun B2B skala besar," tutupnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×