kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Fulus minuman susu masih segar


Sabtu, 25 Mei 2019 / 09:00 WIB

Fulus minuman susu masih segar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Susu adalah salah satu minuman kaya gizi yang banyak digandrungi ragam kalangan, terutama anak-anak serta kawula muda. Terlebih, minuman susu yang tersaji saat ini tidak cuma ada di toko-toko atau pasar modern saja. Tapi, sudah ada minuman susu segar siap saji dengan ragam varian rasa.

Keberadaan minuman susu siap saji tersebut sempat ramai beberapa tahun yang lalu. Gerai penjual susu segar ini dengan mudah dijumpai. Misalnya, di lingkungan perumahan, jalan utama, hingga yang berbentuk kedai khusus. Termasuk juga, di pusat perbelanjaan modern.

Banyaknya gerai minuman susu tersebut berkat sistem kemitraan usaha. Modal yang tidak terlalu besar jadi salah satu faktor gerai minuman susu siap saji gampang dijumpai di banyak tempat.

Namun, seiring perkembangan waktu dan makin banyaknya gerai minuman kekinian dengan sistem kemitraan usaha, gerai minuman susu mulai mendapat pesaing. Nah, apakah kemitraan usaha gerai minuman susu bisa bertahan atau sudah mulai tertekan. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ulasan kemitraan gerai minuman susu:

- Milk Time (Puko)

Gerai minuman siap saji berbahan susu ini mulai beroperasi sejak Februari 2017 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Adalah Herdi Kuswanto yang mengembangkan usaha tersebut. Tak butuh waktu lama, satu bulan kemudian, tepatnya Maret 2017, dia langsung menawarkan kemitraan usaha dari Milk Time.

Saat KONTAN mengulas pada Juni 2017, Herdi menawarkan dua paket kemitraan: Diamond senilai Rp 10 juta dan Silver sebesar Rp 7,5 juta. Saat ini, investasi kedua paket tersebut melonjak menjadi Rp 15 juta untuk paket Diamond dan Rp 20 juta bagi Silver. Ia sengaja mengerek nilai paket kemitraan supaya fasilitas yang mitra dapat lebih lengkap dari sebelumnya.

Salah satunya, pasokan bahan baku awal. Kalau sebelumnya mitra cuma mendapat bahan baku untuk 10 rasa selama tiga bulan. Sekarang, mereka bisa memperoleh bahan baku mencapai 20 rasa dengan durasi sama.

Yang juga berubah dari Milk Time adalah, sejak Juli 2017, Herdi mengubah merek dagang menjadi Puko, kepanjangan dari kepuasan konsumen. "Saya sengaja mengganti supaya mudah diingat dan pengucapannya gampang," katanya ke KONTAN.

Hasilnya, ada 10 gerai milik mitra yang tersebar di sejumlah kota, seperti di Tasikmalaya, Bandung, Purwakarta, dan Gresik. Sedangkan gerai milik pusat ada tiga unit yang berada di Tasikmalaya.

Melihat kondisi itu, Herdi pun optimistis, bisnis minuman susu segar masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Apalagi, varian rasa yang ada di Puko juga beragam, sama dengan gerai minuman kekinian lainnya. Ada rasa susu cokelat, susu teh, susu kopi, hingga ditambah biskuit serta rasa asam dari minuman minuman probiotik Yakult.

Terkait kendala, Herdi mengklaim, sejauh ini tidak ada masalah yang terlalu serius. Paling yang terjadi ialah, mitra bisnis kerap kali tidak menggunakan takaran bahan baku sesuai ketentuan. Padahal, takaran yang pas bisa menentukan kualitas dari minuman susu. "Menjaga kualitas rasa agak susah dan saya selalu mengingatkan kepada para mitra," ujar dia.

Untuk menjaga kualitas, Herdi rutin melakukan kunjungan ke gerai mitra saban tiga bulan. Dengan harapan, mitra selalu punya komitmen untuk tetap menjaga kualitas rasa minuman susu.

- Momo Milk Shake

Kemitraan olahan susu lainnya datang dari Momo Milk Shake asal Banyumas, Jawa Tengah. Bisnis besutan Neti Febrianty ini berdiri sejak Juli 2014 lalu dan langsung membuka tawaran kemitraan usaha. Saat KONTAN mengupas Maret 2016 lalu, Momo Milk Shake memiliki 10 gerai yang tersebar di Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap.

Tapi sekarang, Momo Milk Shake tidak lagi menawarkan kemitraan atau telah menutup tawaran kerjasama. "Makin banyak gerai mitra yang tutup. Sekarang, hanya tinggal tiga gerai yang aktif, satu gerai milik saya dan dua lain gerai mitra," ungkap Neti.

Penyebabnya, penurunan minat masyarakat terhadap minuman susu. Sebab, di Banyumas mudah mendapat susu segar dan kebanyakan orang membuka gerai mandiri. Masalah lainnya adalah soal karyawan. Neti mengatakan, sebagian besar gerai mitra yang tutup terkendala soal karyawan yang sering keluar masuk alias turnover tinggi.

Ia mengaku sudah berusaha membantu mencarikan karyawan pengganti, namun tetap saja enggak mudah. "Karena di Banyumas banyak pabrik, jadi gaji yang kami tawarkan tidak bisa bersaing dengan gaji dari pabrik," sebutnya.

Sebelum menutup kemitraan, Momo Milk Shake menawarkan dua paket kerjasama, yakni paket Rp 7 juta dan paket Rp 10 juta. Dengan modal tersebut, mitra memperoleh ragam fasilitas, seperti gerobak atau booth, peralatan usaha lengkap, spanduk promosi, pelatihan karyawan, SOP, serta bahan baku awal.

Kemitraan Momo Milk Shake tidak memungut franchise fee atau royalty fee. Tapi, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat. Bahan bakunya terdiri dari bubuk rasa dan susu. Bahan baku ini dihargai Rp 2.000 per saset.

Layaknya minuman milk shake pada umumnya, Momo Milk Shake menawarkan sepuluh varian rasa minuman susu. Yakni, susu rasa cokelat, karamel, blueberry, moka, original, mangga, pisang, melon, kukis, dan teh hijau. Minuman susu ini juga menawarkan tambahan coco crunch, butiran cokelat, choco chip, dan lainnya.

Seluruh varian minuman susu tersebut kini berbanderol harga Rp 8.000 untuk cup kecil dan Rp 12.000 untuk cup besar. Rata-rata omzet yang bisa gerai mitra dapat sebesar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per bulan, dengan laba bersih mencapai 30%. Cepat atau tidaknya modal kembali, sangat tergantung pada strategisnya lokasi juga cuaca.

- Fresh Milk

Kemitraan usaha minuman susu segar milik Muhammad Agus Burhanudin masih terus berlangsung hingga kini. Saat ini, Fresh Milk punya lima gerai. Tiga gerai milik mitra yang berada di daerah Pandaan, Mojokerto, dan Jombang, Jawa Timur. Sedangkan gerai milik Agus atau pusat ada di Sidoarjo serta Jombang.

Hanya sejak 2017 sampai sekarang belum ada tambahan gerai mitra. Agus juga belum memperbarui investasi kemitraan Fresh Milk. Ia masih menawarkan satu paket kemitraan bagi yang berminat dengan nilai Rp 100 juta. "Paket kemitraan kami masih sama dari tahun ke tahun," ucapnya ke KONTAN.

Dengan investasi tersebut, mitra bakal mendapatkan peralatan dan perlengkapan usaha standar kedai termasuk desain interior. Cuma, mitra harus mempunyai areal usaha dengan luas 100 m.

Yang membuat Fresh Milk rada beda dengan pemain sejenis adalah jumlah menu minuman yang tersaji di gerai tersebut. Agus mengklaim, jumlah menu yang ada di Fresh Milik mencapai 120 jenis minuman dan makanan. Ada varian susu, kopi, cokelat, dan lainnya, dengan banderol harga Rp 9.000 sampai Rp 30.000 per menu.

Lewat konsep bisnis yang di usung, Agus menargetkan, bisa menjaring 10 mitra bisnis sampai akhir tahun ini. Apakah Anda berminat?


Reporter: Elisabeth Adventa, Ratih Waseso, Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0588 || diagnostic_web = 0.3716

Close [X]
×