kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.923
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD

Sabtu, 10 Maret 2018 / 19:00 WIB

Gagal jadi tentara, Yoory Pinontoan sukses di BUMD
ILUSTRASI. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Pinontoan



KONTAN.CO.ID - PENGABDIAN dan loyalitas seseorang dalam sebuah pekerjaan niscaya akan mengantarnya pada kesuksesan. Hal ini tak sekedar diyakini, tapi juga dilakukan Yoory Pinontoan.

Loyalitas yang tanpa batas kepada PD Pembangunan Sarana Jaya mengantarkan Yoory duduk sebagai orang nomor satu di badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta itu sejak Agustus 2016.

Pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1970 ini dianggap sebagai sosok yang mumpuni memimpin perusahaan tersebut, karena sudah bekerja di Sarana Jaya sejak 1991 silam. Sehingga, Yoory mengetahui seluk-beluk BUMD dengan kegiatan inti sebagai bank tanah dan bisnis properti itu.

Tapi sejatinya, Yoory tak pernah membayangkan bakal memimpin sebuah perusahaan. Apalagi, ia sejak kecil terobsesi menjadi seorang tentara mengikuti langkah sang ayah. "Seperti kebanyakan anak-anak lainnya, saya saat kecil juga bercita-cita jadi tentara," ujarnya ke KONTAN, Rabu (7/3).

Cita-cita yang tak sekadar angin lalu, Yoory bilang, dirinya sungguh-sungguh ingin masuk militer dan menjadi abdi negara. Buktinya, setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta pada 1989, dia langsung mendaftar ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Sayang, impian Yoory ini harus kandas lantaran gagal lolos tes sekolah perwira itu.

Yoory mengaku sangat kecewa. Apalagi, dia tak punya cita-cita lain selain menjadi tentara. Sehingga, enggak menyiapkan rencana B ketika plan A gagal.

Tapi, hidup harus terus berjalan dan Yoory mesti tetap melangkah ke depan demi masa depan. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil sekolah singkat alias kursus komputer.

Hanya berbekal ijazah SMA dan sertifikat sekolah komputer non-formal, Yoory memberanikan diri membidik pekerjaan di bank. Tak tanggung-tanggung, tujuannya salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Berhasil lolos seleksi hingga beberapa tahap, rupanya Dewi Fortuna masih belum berpihak pada Yoory. Dia kembali gigit jari.

Tak ingin menyerah begitu saja, Yoory menjajal untuk melamar pekerjaan ke salah satu perusahaan transportasi swasta. Berhasil masuk dalam 30 besar calon karyawan, lagi-lagi nasib baik belum berpihak kepadanya. Dia pun kembali gagal mendapat pekerjaan.

Hanya, ketrampilan dalam mengoperasikan komputer, rupanya membawa Yoory menjadi guru di salah satu SMA di Ibu Kota. Tetapi, pekerjaan ini hanya bertahan selama dua bulan.

Yoory memilih untuk keluar gara-gara tidak nyaman dengan proses belajar mengajar. Maklum, jarak usia murid dengan dirinya tak beda jauh. Alhasil, dia mengaku sering dijahili oleh siswa-siswanya.

Pada 1991, Yoory akhirnya mendapatkan pekerjaan di Sarana Jaya sebagai staf bidang administrasi. Setiap hari pekerjaannya adalah melakukan rekapitulasi absen para pegawai ke dalam sistem komputer.

Setahun menjalani pekerjaan, dia mulai merasa jenuh lantaran kariernya jalan di tempat. Salah satu jalan kalau ingin menaiki tangga karier yag lebih baik, ia harus memiliki gelar sarjana.


CEO

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0542 || diagnostic_web = 0.3013

×