kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Generasi milineal butuh usaha yang punya efek sosial


Rabu, 11 Juli 2018 / 22:50 WIB
ILUSTRASI. Gerai distro


Reporter: Denisa Kusuma | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Makin banyak pebisnis yang mengincar pasar generasi milineal. Namun perlu diperhatikan beberapa hal tekait generasi tersebut.

Menurut Yoris Sebastian, pendiri OMG Creative Consulting generasi milineal kini terbiasa dengan perusahaan yang bisa memberi efek ke lingkungan sekitar atau soial enterpreises.

"Salah satu contoh adalah kita sebagai pengusaha memberdayakan orang tuli agar mereka dapat menghasilkan produk yang memiliki daya jual. Nah, generasi sekarang ini punya hasrat kuat dalam memajukan bisninya. Mereka melihat apakah yang dilakukan memiliki dampak sosial atau tidak," katanya di sela-sela acara Indonesia Development Forum 2018, Rabu (11/7).
 
Yoris menambahkan dalam social-enterprise sangat membutuhkan banyak kolaborasi di dalamnya. Namun, biasanya brand hanya terfokus di kota besar dan hanya terpaku pada usia di bawah 35 tahun dalam pengerjaannya.

"Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia juga tinggi ditunjang dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pada era SBY memang sudah dibuat badan ekonomi kreatif, tetapi di era Jokowi kini lebih baik karena unitnya dibuat menjadi lebih independen. Dan beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan socialpreneur juga tinggi," sahutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×