kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Greens Meracik Cuan dari Bahan Baku Sendiri


Sabtu, 14 Januari 2023 / 10:15 WIB
Greens Meracik Cuan dari Bahan Baku Sendiri


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mendapat suntikan modal, setiap startup bisa merealisasikan rencana bisnisnya. Begitu pula dengan Greens, usaha rintisan di bidang teknologi pangan terpadu.

Sebelumnya Greens mendapat injeksi modal awal dari investor yang dipimpin East Ventures pertengahan tahun lalu. Adapun salah satu rencana ekspansi adalah membuka gerai hiperlokal.

Ini adalah gerai makanan yang menyediakan bahan baku makanan secara hiperlokal. Yakni semua bahan baku makanan tersedia di gerai tersebut. 

Rabu kemarin (11/1), Greens membuka gerai hiperlokal pertama yang berlokasi di Plaza Indonesia.  Di gerai tersebut Greens menyediakan beragam menu sehat. Salah satunya adalah salad. Nah, bahan baku salad tersebut berasal dari sayuran microgreens yang ditanam di gerai itu.

Microgreens adalah sayuran yang dirawat secara hiperlokal menggunakan teknologi buatan bernama  Greens Pod.

Nah Greens Pod merupakan alat khusus yang diciptakan untuk menanam berbagai sayuran dan buah-buahan dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI), blockchain, dan Internet of Things (IoT).

Alat yang bentuknya seperti kulkas dua pintu ini dapat mengatur suhu, air, cahaya, kelembaban udara, nutrisi hingga kandungan CO2 secara otomatis. 

Dengan sistem tersebut, sayur-mayur dan buah-buahan yang ditanam Greens diklaim bebas pestisida dan bahan berbahaya lainnya. Selain itu, siklus penanaman dan masa panennya juga tidak terpengaruh oleh cuaca.

"Bentuknya seperti kulkas sehingga kita bisa taruh di mana saja," ujar Co Founder and Chief Product Officer Greens Geraldi Tjoa saat paparan Rabu (11/1).

Geraldi mengklaim, produk makanan yang tersaji di Greens punya kandungan nutrisi hingga 39 kali lebih banyak dibanding sayuran konvensional. Proses tanam hingga panen dari ragam sayuran di Greens berkisar 9 hari sampai 15 hari. 

Co-Founder dan Chief Business Officer Greens Erwin Gunawan menambahkan, dengan konsep tersebut Greens menawarkan dining experience baru. Setiap konsumen dapat mengetahui asal-usul pangan hingga kandungan nutrisi dari menu yang akan dihidangkan.

"Jadi ditanam, dipanen, diracik dan disajikan semua di satu tempat,” tambahnya. 

Sayang, Erwin tidak merinci apakah konsep makan yang disajikan Greens bakal berlanjut ke pusat belanja lain. Yang pasti Greens sudah menjalankan skema bisnis lewat beberapa cara.

Yakni bisnis ke konsumen (B2C) dan bisnis ke bisnis (B2B), serta metafarming. Dengan skema B2B, Erwin mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Ismaya Group untuk penyediaan produk sayuran.

Sementara melalui metafarming, konsumen dapat menjadi petani secara online-to-ofline (O2O) dengan sistem pertanian multidimensi. Tapi Erwin tidak menjelaskan lebih lanjut soal pencapaian dari sistem tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×