kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45933,01   -11,21   -1.19%
  • EMAS1.003.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

GudangAda meraih pendanaan Rp 1,5 triliun


Kamis, 22 Juli 2021 / 13:58 WIB
GudangAda meraih pendanaan Rp 1,5 triliun
CEO GudangAda, Stevensang.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup e-commerce marketplace B2B, GudangAda mengantongi lebih dari US$ 100 juta atau hampir Rp 1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge. Investor sebelumnya yakni Sequoia Capital India, Alpha JWC, dan Wavemaker turut berpartisipasi pada putaran pendanaan yang mengalami kelebihan permintaan atau melampaui target pendanaan sebesar US$ 75 juta sehingga total keseluruhan pendanaan saat ini telah menembus US$ 135 juta. 

Dana terbaru rencananya akan digunakan untuk memperbesar tim GudangAda, serta memperkuat ekosistem perusahaan, seperti layanan logistik, sistem pembayaran (POS/SaaS), pemasaran, data, dan layanan keuangan. GudangAda juga berencana memperkuat posisinya dengan mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI) agar dapat menawarkan layanan personalisasi terbaik bagi para pedagang UMKM. 

Stevensang, CEO GudangAda mengatakan bahwa Asia Partners dan Falcon Edge memiliki rekam jejak luar biasa dalam mendukung portofolio GudangAda, terutama di area yang perlu dipacu. "Kami sekarang berada di posisi yang tepat untuk memberdayakan seluruh pemain rantai pasokan, mulai dari produsen, distributor, grosir hingga pengecer di seluruh Indonesia, dengan hampir setengah juta pengguna di lebih dari 500 kota tingkat-1 hingga tingkat-3 dan mengembangkan model monetisasi yang komprehensif dengan ekosistem yang lengkap," kata Stevensang dalam siaran pers, Kamis (22/7).

JJ Ang, CFO GudangAda menambahkan bahwa minat besar investor untuk putaran pendanaan Seri B merupakan bukti keberhasilan GudangAda dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus membangun platform dengan modal efisien yang mampu menghasilkan pertumbuhan. Pertumbuhan GudangAda terlihat dari keberhasilannya memonetisasi pasar sejak kuartal pertama tahun 2020 dengan pencapaian net merchandise value (NMV) sebesar US$ 6 miliar kurang dari tiga tahun dan nilai investasi terakumulasi kurang dari US$ 35 juta dengan rasio efisiensi permodalan sebesar 170x.

Baca Juga: Meski corona, Gudang Ada dapat suntikan dana seri A sebesar US$ 25,4 juta

Menawarkan one-stop solution kepada UMKM Indonesia, GudangAda telah memperluas kategori produknya ke segmen obat-obatan atau farmasi, kemasan, peralatan rumah tangga, dan alat tulis. Ekspansi kategori ini didorong melalui kemitraan end to end dengan prinsipal, distributor, pedagang besar, dan eceran di dalam rantai pasokan. Sejak ekspansi dilakukan di awal tahun 2021, puluhan ribu UMKM telah bertransaksi dalam kategori baru tersebut. 

Hingga saat ini GudangAda telah bermitra secara resmi dengan lebih dari 65 prinsipal, termasuk prinsipal lokal, nasional, dan multinasional, seperti Sido Muncul, Sasa, dan Reckitt Benckiser. GudangAda berencana memperluas kerjasamanya dengan lebih banyak prinsipal. “Pertumbuhan signifikan GudangAda merupakan cerminan dari strategi dan kepemimpinan Stevensang yang mentransformasi rantai pasokan end to end di Indonesia,” ujar Oliver M. Rippel, CoFounder dan Partner Asia Partners. 

Oliver bilang pihaknya telah mempelajari bisnis GudangAda selama setahun terakhir dan mengerti dengan jelas mengapa setengah juta bisnis di Indonesia bergantung kepada GudangAda. “Karena ini merupakan cara yang penting untuk menavigasi kompleksitas salah satu rantai pasokan terpenting di dunia, yang telah berevolusi selama beberapa dekade untuk melayani kebutuhan negara dengan 276 juta penduduk yang tersebar di 17.000 pulau,” imbuh Oliver.

Baca Juga: Gudang Ada mendapat pendanaan awal dari tiga investor

Navroz D. Udwadia selaku Co-Founder Falcon Edge, juga sangat percaya pada visi dan kemampuan eksekusi GudangAda. Berdasarkan pengalamannya di beberapa marketplace ecommerce di berbagai kategori, ia melihat visi dan eksekusi GudangAda berkembang dalam waktu yang singkat. 

“GudangAda secara pasti telah menjadi marketplace ecommerce terbesar bagi UMKM Indonesia dengan metrik terbaik di kelasnya. Penelitian dan percakapan kami dengan para prinsipal, grosir, dan pengecer telah meyakinkan kami akan return on investment (ROI) GudangAda dan manfaat yang ditawarkan bagi seluruh ekosistem. Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan tim GudangAda dan sangat mendukung GudangAda dalam fase pertumbuhannya,” ujar  Navroz.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 bikin investasi modal ventura global mencapai rekor tertinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×