Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.453
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Guru silat yang sukses berbisnis alat pencak silat

Sabtu, 03 November 2018 / 07:15 WIB

Guru silat yang sukses berbisnis alat pencak silat

Bermodal puluhan tahun mendalami pencak silat

Menekuni dunia pencak silat puluhan tahun, yakni sejak Sekolah Dasar (SD),  Arik Murwanto membuka tempat latihan pencak silat untuk wilayah Pasuruan pada 2010. Saat itu, dia juga menjalani profesi sebagai guru di SMK 1 Pasuruan.  

Pada saat menyiapkan segala keperluan padepokannya, Arik kesulitan mendapatkan perlengkapan pencak silat. Selain harus inden, Arik pun beberapa kali tertipu. Uang sudah dikirimkan, namun barang tak kunjung datang.  

Padahal, modalnya pas-pasan. Namun, dari persoalan itu, dia tertarik berbisnis perlengkapan pencak silat. Lantas, Arik pun membuka Terate, kios penjualan perlengkapan pencak silatnya.  

Dengan modal Rp 400.000, Arik membeli berbagai barang dari para pemasok.  Namun, cara itu tidak bertahan lama, karena dia merasa cukup beresiko jika mengandalkan produksi orang lainnya.

"Karena saya sering kecewa, saat saya telepon dibilang barang ada tapi waktu diambil ternyata stok  kosong," ceritanya pada KONTAN. Selain itu, alat-alat bantu olahraga beladiri dari pemasok itu juga relatif tinggi.  

Akhirnya, Arik memutuskan untuk membuat sendiri alat bantu pencak silat. Dia membuat perlengkapan, seperti packing pac, body protector, samsak, dan lainnya.

Untuk membuat produk berkualitas setara merek ternama, Arik pun mengumpulkan alat-alat bantu latihan yang sudah rusak. Bukan dipakai kembali, dia membongkar untuk mengetahui bahan dan pembuatannya.  

Dari situ, dia dibantu dengan penjahit mempelajari pola serta model jahitannya. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini harus bongkar pasang 10 kali untuk menghasilkan produk sempurna.

Arik memberi nama produk perlengkapan pencak silatnya Warior. Produksi seragam, senjata dan aksesori lainnya juga melalui proses yang sama.

Lantaran sudah akrab dengan olahraga ini, Arik  tak  pusing membuka pasar. Pelanggan pun berdatangan dengan sendirinya saat mereka mengetahui adanya Warior. "Mereka akhirnya tahu kalau saya jualan dari obrolan saat event pertandingan atau kumpul-kumpul," jelasnya.


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0562 || diagnostic_web = 0.4304

Close [X]
×