kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hadapi corona, Amartha prioritaskan keberlangsungan sektor ekonomi informal


Kamis, 19 Maret 2020 / 19:01 WIB
Hadapi corona, Amartha prioritaskan keberlangsungan sektor ekonomi informal
ILUSTRASI. Pendiri lembaga peer to peer Lending Amartha Andi Taufan Garuda Putra. KONTAN/Muradi/2019/08/15

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) memprioritaskan keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat sektor usaha mikro informal atas ancaman perlambatan ekonomi imbas pandemi virus corona (covid-19).

Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha mengatakan, Mitra Amartha merupakan perempuan pengusaha mikro di pedesaan, di mana secara historikal sektor ini terbukti tangguh dan tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi dunia.

Hal ini tercermin dari meningkatnya rata-rata plafon per pinjaman yang disalurkan kepada Mitra Amartha di setiap minggunya hingga saat ini.

Baca Juga: Begini strategi Amartha untuk pertahankan bisnis P2P lending di tengah wabah corona

Amartha melakukan pemantauan situasi dan perkembangan covid-19 secara cermat dan melakukan berbagai tindakan pencegahan guna memastikan pendanaan dan usaha Mitra Amartha tidak terdampak.

"Beberapa upaya yang dilakukan Amartha adalah memberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) Social Distancing, dalam Pertemuan Majelis tidak diperbolehkan untuk kontak fisik secara langsung baik kepada sesama Mitra maupun Petugas Lapangan Amartha, serta menjaga jarak kontak fisik minimal 1 meter dan mengganti berjabat tangan dengan Salam Namaste," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (19/3).

Baca Juga: Berikan dampak sosial bagi masyarakat, Amartha sabet penghargaan dari GIIRS




TERBARU

Close [X]
×