kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harum aroma kopi menyerbak di Kota Tua


Kamis, 19 September 2019 / 18:01 WIB

Harum aroma kopi menyerbak di Kota Tua
ILUSTRASI. Festival Kopi Nusantara di Kota Tua

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saat menginjakan kaki di pintu masuk Festival Kopi Nusantara di Kota Tua tepatnya Taman Museum Fatahillah, langsung tersuguh harum aroma seduhan kopi dan berbagai banner yang menceritakan kopi-kopi lokal dari Aceh hingga Papua. Acara yang di gelar 18-19 September 2019 ini menjadi ajang kumpulnya para pebisnis dan petani kopi se Nusantara.

Memilih lokasi di Kota Tua Jakarta menjadi titik yang tepat untuk mengenalkan kopi pada wisatawan yang tengah berkunjung ke Kota Tua. Termasuk para wisatawan asing yang tengah berkunjung kesana.

Baca Juga: Mencicipi kopi wine khas Toba di Starbucks-nya Pulau Samosir

Terdapat 25 daerah yang ikut meramaikan festival kopi yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Komunitas Penggiat Wisata Kota Tua. Peserta yang ikut pameran merupakan UKM kopi atau kelompok petani kopi mitra binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di berbagai daerah.

Salah satu peserta pameran yang berasal dari  Lampung adalah M Al Ghazali. Ia menyebut Festival Kopi Nusantara Kota Tua menjadi wadah saling berbagi informasi antara pelaku UKM kopi di seluruh Indonesia. "Menambah link kami, karena ini seluruh Indonesia dan bisa saling share ilmu soal kopi dari pemasaran," tutur pemilik Dr Coffee saat ditemui KONTAN di acara Festival Kopi Nusantara Kota Tua pada Rabu (18/9).

Ke depannya ia berharap dengan adanya pameran semacam ini dapat lebih lagi mengenalkan produk kopi asal Lampung. Pasar Jakarta menjadi sasaran produk kopi dari Dr Coffee lantaran menurutnya Jakarta memiliki animo besar untuk para pecinta kopi.

Baca Juga: Ungkit kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata Aceh gencar promosi lewat pameran

"Nah kalau biasanya kan spesial kopi kebanyakan arabica kita mau kenalin bahwa robusta juga spesial kopi, terutama robusta dari Lampung," sambung pria yang akrab disapa Al tersebut.

Pengunjung semakin Sore semakin meningkat terlihat dengan antrean yang cukup panjang di stand registrasi. Doni Santoso misalnya salah satu pengunjung asal Jakarta menyebut acara kopi semacam Festival Kopi Nusantara Kota Tua menjadi sasaran para pecinta kopi. Apalagi menurutnya lokasi acara juga sangat strategis dimana tak hanya menikmati kopi, pengunjung juga dapat berwisata sejarah atau sekedar berswafoto di Kota Tua.

"Sudah nyoba kopi dari Aceh, dan ternyata enak asem-asem gitu. Tapi saya bukan pecinta kopi cuma tadi udah nyoba hampir semua," kata Doni

Baca Juga: Menjadi petani dan produsen kopi Lintong semalam di Nagasaribu

Di acara ini juga dikampanyekan layanan sistem pembayaran nasional melalui kartu Gerbang Pembayaran Nasional dan Quick Response Standart yang merupakan pembayaran non tunai di setiap stand pameran.

Di acara ini akan disuguhkan pameran berbagai produk kopi se Indonesia, edukasi mengenai kopi beberapa lomba pengolahan/penyajian kopi, talkshow dan tentunya tak ketinggalan hiburan musik yang akan diisi oleh Katon Bagaskara pada pembukaan di hari pertama. Selain itu adapula stand yang menyuguhkan jasa melukis menggunakan kopi, dengan harga satu lukisan wajah Rp 200.000.


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Markus Sumartomjon

Tag

Close [X]
×