kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pasar Depok: Hewan langka pun dijual (2)


Kamis, 12 Juli 2012 / 20:59 WIB
Pasar Depok: Hewan langka pun dijual (2)
ILUSTRASI. The PayPal logo is seen at an office building in Berlin, Germany, March 5, 2019. REUTERS/Fabrizio Bensch/File Photo


Reporter: Revi Yohana | Editor: Havid Vebri

Berdiri sejak tahun 1980-an, Pasar Depok, Solo, Jawa Tengah, kini termasuk salah satu pasar burung terbesar di Jawa. Di Pasar Depok ini, banyak pengunjung yang membeli satuan maupun borongan untuk dijual lagi.

Selain aneka jenis burung, pasar ini juga menjual semua kebutuhan burung. Contohnya pakan burung. Di sini, pedagang menjual hampir semua jenis pakan. Mulai dari pakan buatan seperti pur sampai pakan hidup, seperti jangkrik, kecoak, kelabang, kroto, dan lain sebagainya.

Pedagang di pasar ini juga menyediakan aneka macam kandang dan perlengkapan burung, baik untuk keperluan lomba maupun perawatan sehari-hari. Selain burung, pedagang juga menjual hewan lain, seperti ayam, kelinci, kucing, kadal, biawak, tokek, kelelawar, ular, dan anjing.

Tak heran, bila pasar ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Bukan saja pedagang burung yang meraih omzet besar di tempat ini. Pedagang hewan lain juga kerap mendapat rezeki besar.

Contohnya, Malin Sutan Burhan, pedagang ayam hias di Pasar Depok. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet Rp 15 juta-Rp 30 juta. "Sejak dulu, saya sudah hobi memelihara ayam, jadi jualan ya ayam," ujar Sutan.

Ia menjual aneka ayam hias, seperti ayam cemani, ayam kate, ayam ketawa, hingga ayam arab. "Yang paling banyak dicari itu ayam cemani dan ayam arab," kata Sutan.

Ayam cemani digemari karena warnanya yang hitam penuh dan terkesan gagah. Ayam ini dihargai mulai Rp 300.000 hingga jutaan rupiah. Menurutnya, keuntungan berjualan ayam cukup besar. Contohnya seekor ayam kate yang dibelinya dengan harga Rp 80.000. Ayam itu bisa dijual lagi dengan harga mencapai Rp 110.000.

Untuk pasokan ayam, ia tak perlu repot-repot berburu dari para penangkar. Sebab, ada saja orang yang mendatangi Sutan di pasar untuk menjual ayamnya. "Yang datang ke sini tak hanya pembeli, tapi juga orang-orang yang mau menjual," ujar Burhan.

Hendro, pedagang lain, mengamini, banyak pemilik hewan yang menjual binatang peliharaannya ke Pasar Depok. Bahkan, banyak juga yang menjual burung yang sudah langka. Oleh pedagang, burung langka itu dijual lagi dengan harga tinggi.

Pedagang lain, Satrio juga termasuk pedagang yang menjual hewan langka, seperti burung jalak bali. Ia mengaku, sudah mengantongi izin Balai Konservasi Sumber Daya alam "Kalau tidak ada suratnya saya tidak berani," ujar Satrio.

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×