kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Hobi berpetualang angkat permintaan ayunan tali berlipat-lipat

Minggu, 13 Mei 2018 / 12:05 WIB

Hobi berpetualang angkat permintaan ayunan tali berlipat-lipat



KONTAN.CO.ID - Bagi para pecinta alam, kegiatan mendaki gunung sambil berpetualang sudah pasti jadi pilihan paling menarik. Sekitar tiga tahun terakhir ini , istilah hammocking semakin populer di kalangan para pecinta alam dan masyarakat yang hobi beraktivitas di luar ruangan, seperti di pantai maupun gunung.

Istilah hammocking sendiri sebenarnya merujuk pada kegiatan bersantai dengan menggunakan alat yang disebut hammock. Jangan salah ini adalah sebuah ayunan yang terbuat dari kain pilihan yang mampu menahan beban tubuh orang yang duduk. Bahkan bisa tidur dengan santai di atasnya.

Nah, dua tahun belakangan, berbagai produk ayunan santai ini terus membanjiri pasar Indonesia. Asalnya pun beragam. Ada produk hammock asal perusahaan luar negeri sampai hammock buatan lokal.

Mulai banyaknya para pembuat produk petualangan seperti ayunan tali masuk ke pasar lokal karena memang pasarnya yang terus tumbuh. Salah satu pemainnya adalah Ticktet to The Moon,

Menurut Alex Igaas, Chief of Happiness Officer Ticket to The Moon, para penggemar pecinta alam serta kegiatan petualangan ekstrim di Indonesia terus berkembang. Malah ia melihat perkembangannya selama dua tahun belakangan ini, para penggemar kegiatan alam dan olahraga luar ruang   jumlahnya sudah dua kali lipat. "Jumlah mereka terus saja bertambah," katanya kepada KONTAN di sela-sela pameran Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2018, akhir pekan lalu (5/5).

Ayunan tali buatan Ticket To The Moon adalah salah satu merek hammock favorit di kalangan para pecinta alam. Untuk ayunan tali ukuran anak, harganya termurah Rp 300.000, sementara hammock single ukuran dewasa dihargai termurah Rp 400.000.

Alex mengaku penjualan hammock Ticket To The Moon di indonesia mengalami peningkatan sampai 30% selama setahun belakangan. Ticket To The Moon sendiri merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang punya tempat produksi di Bali.  

Tak mau ketinggalan, pemain lokal, dengan label Uttara besutan Kris Samuel juga mengalami lonjakan bisnis yang sama dengan Ticket To The Moon. Malah ia mengklaim mengalami lonjakan permintaan ayunan tali hingga 50% dalam satu tahun terakhir. "Ini menunjukkan orang yang butuh piknik makin banyak dan suka kegiatan outdoor," katanya ke KONTAN.

Ia mengklaim harga ayunan  tali miliknya lebih terjangkau dibanding merek lain, apalagi dengan merek luar negeri. Hammock buatan Uttara dibanderol mulai dari Rp 110.000 untuk ukuran single.

Itu artinya, harga hammock Uttara bisa lebih murah hingga 50% dari merek luar negeri. "Kualitas hammock kami tidak kalah dengan luar negeri. Apalagi mereka juga punya pusat produksi di dalam negeri," katanya.  


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

PELUANG USAHA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0770 || diagnostic_web = 0.3219

×