kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   21,15   2.82%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Hore, penuhi standar produksi APD 150 UMKM Binaan Kemenkop UKM siap produksi massal


Rabu, 06 Mei 2020 / 22:07 WIB
Hore, penuhi standar produksi APD 150 UMKM Binaan Kemenkop UKM siap produksi massal
ILUSTRASI. Pekerja mengukur alat pelindung diri (APD) saat produksi di Antapani, Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/4/2020). Beberapa pelaku usaha konveksi di Kota Bandung beralih produksi dari kaos distro menjadi APD akibat minimnya permintaan kaos distro dampak dari

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Pemerintah berupaya mendongkrak kinerja usaha kecil menengah (UMKM) di tengah pandemi virus corona Covid-19. Terutama UMKM yang memiliki kemampuan dan fokus di bidang produksi garmen, agar bisa memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) khususnya pakaian hazmat.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut saat ini Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan pembinaan terhadap sebanyak 150 UMKM untuk memproduksi APD dengan standard yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Teten berharap APD yang diproduksi oleh UMKM tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan APD guna melawan penyebaran virus corona Covid-19.

Menteri Teten Masduki menegaskan APD yang dihasilkan oleh 150 UMKM binaan Kemenkop dan UKM tersbut sudah terkurasi sehingga memenuhi standar kesehatan.

Adapun untuk kurasi dan pendamping UMKM produsen APD, Kemenkop dan UKM menggandeng Karya Nusantara dari PT Daruma, yang telah memiliki izin dan otoritas di bidang perlengkapan kesehatan.

"Kebutuhan APD kami lihat sebagai suatu peluang bisnis bagi UMKM dan koperasi yang selama ini terdampak Covid-19, yang mengalami kesulitan pembiayaan karena penghasilan menurun, sehingga sekarang kami ajak UMKM untuk banting setir," kata  Teten dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id pada Rabu (6/5).

Selain berperan sebagai kurator dan pengendali kualitas produk, Karya Nusantara juga membantu membuka pasar bagi UMKM pembuat produk-produk APD yang meliputi hazmat kit, pelindung wajah, masker kain, sarung tangan, dan pelindung kaki.

"Kami berupaya untuk menghubungkan UMKM dengan pemasok bahan baku dan menghubungkan mereka dengan pasar," imbuh Teten.

Selain 150 UKM yang sudah bisa memproduksi APD, Teten menyebut depan akan sudah ada 300 UMKM yang sedang mengajukan untuk menjadi pemasok APD. Saat ini UMKM tersebut sedang mengikuti seleksi produk mereka. UMKM tersebut tersebar di berbagai daerah, terutama terbanyak di Pulau Jawa.

Salah bentuk upaya mendorong UMKM untuk beralih memproduksi APD, Kementerian UMKM segera menggelar pelatihan secara daring bagi UMKM untuk membuat APD, khususnya masker kain atau masker nonmedis. Produksi masker non medis ini sekaligus sebagai upaya untuk menekan permintaan pasar akan masker medis. Dengan begitu, pasokan masker medis tetap terjaga dan terprioritaskan bagi para tenaga medis dan pasien yang membutuhkan.

Kementerian UMKM masih mengidentifikasi jumlah UMKM yang saat ini melakukan perubahan atau shifting usaha dari yang semula bergerak di bidang konveksi, termasuk produsen bendera, banting setir ke produksi masker kain atau APD.

"Kami bekerja sama dengan Kimia Farma untuk distribusi, juga dengan PKBL BRI. UMKM yang memenuhi syarat kualitas dapat melanjutkan ke produksi APD, yaitu hazmat, pelindung wajah, masker, pelindung kaki, dan sarung tangan," jelas Teten.



TERBARU

[X]
×