kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Hype Bangun Platform yang Mempertemukan Brand dengan Para Influencer


Selasa, 09 Agustus 2022 / 11:13 WIB
Hype Bangun Platform yang Mempertemukan Brand dengan Para Influencer
ILUSTRASI. Hype Bangun Platform yang Mempertemukan Brand dengan Para Influencer.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bertepatan dengan momen 8-8, tempatnya 8 Agustus 2022 bertempat di Menara Mandiri, Hype kembali meluncurkan Produk versi IOS, dimana saat ini Hype sudah bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi dari berbagai perangkat ponsel yang ada di genggaman.

Sampai saat ini, ketika sudah banyak platform yang mempertemukan penjual dan pembeli, masih belum ada platform yang mempertemukan brand dengan influencer. Padahal brand sekarang lebih banyak memilih untuk beriklan melalui media sosial. Selain itu, target pasar di media sosial juga lebih menjanjikan.

Masalah terbesar brand yang ingin memasang iklan ke media sosial adalah sulitnya mencari influencer. Sebaliknya, influencer yang memiliki jumlah pengikut yang fantastis dan merupakan ladang emas untuk beriklan juga kadang tidak terjamah oleh para brand. Ini merupakan masalah yang besar.

Namun, masalah itu tentu tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Sekarang Hype sudah berhasil menjawabnya. Hype membangun platform yang mempertemukan brand dengan para influencer.

Baca Juga: WIR GROUP Bersama Yayasan Nexticorn Hadirkan Konferensi Expo Web 3 Skala Dunia

Slogan “Your Social Media is a Billboard” sekarang sudah tidak lagi sebatas mitos. Hype menghadirkan inovasi baru tentang monetisasi media sosial yang sangat bisa diandalkan. Kesulitan dan masalah yang dialami brand dan influencer akan segera teratasi.

Cara penggunaannya pun sangat mudah. Bagi pemilik brand yang ingin beriklan, hanya perlu mempromosikan brand atau proyek dengan fitur Campaign Hype. Brand juga bisa menentukan sendiri reward yang ingin diberikan kepada influencer.

Influencer akan mendaftarkan dirinya dan brand berhak melakukan seleksi terhadap para pendaftar. Setelah berhasil memilih, brand bisa melakukan pembayaran melalui bank account atau e-wallet. Analisis dari campaign yang telah dijalankan juga bisa didapatkan setelah campaign selesai.

Di pihak lain, influencer bisa memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan penghasilan tambahan, mencari campaign yang cocok untuk influencer dan mendaftarkan diri pada campaign tersebut.

Jika brand telah memilih influencer untuk bekerja sama, influencer bisa mengerjakan tugas campaign dan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Setelah tugas campaign dijalankan, influencer berhak untuk mendapatkan reward yang akan langsung masuk ke Hype poin. Hype poin bisa dipindahkan ke bank account atau e-wallet dengan mudah.

Founder Hype, Muhammad Al Adrian berharap Hype bisa membantu banyak pihak, termasuk UMKM yang membutuhkan exposure digital. Terlebih, transaksi pasar online di Indonesia tercatat cukup besar dan akan terus bertumbuh.

Baca Juga: Indigo Demo Day 2022: Ajang Kolaborasi Start Up & Investor untuk Akselerasi Ekonomi

“Di Indonesia, pasar transaksi online dinilai sebesar Rp 395 triliun di tahun 2021 oleh Menkop UKM dan angka ini diprediksi akan terus bertumbuh," kata dia dalam keterangannya, Selasa (9/8).

"Saya berharap Hype bisa membantu banyak pihak di industri ini, dari pelaku UMKM yang membutuhkan exposure digital untuk menaikkan penjualannya dan juga masyarakat secara keseluruhan yang membutuhkan penghasilan tambahan. Aplikasi kami di-design untuk memenuhi dua kebutuhan tersebut,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×