kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ide bikin bengkel nyaman, setelah melihat ibu hamil yang jongkok di sebuah bengkel


Minggu, 11 Februari 2018 / 10:15 WIB

Ide bikin bengkel nyaman, setelah melihat ibu hamil yang jongkok di sebuah bengkel

Edukasi pasar dan tenaga kerja jadi tantangan

Semua bidang bisnis pasti punya tantangan. Okto Larido, Direktur PT Techno Motor Indonesia sekaligus pemegang lisensi waralaba Mr. Montir pun menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar perusahaan.

Bagi dia, tantangan terberat terasa di awal merintis bisnis ini. "Itu semua saya hadapi, bahkan saya harus keluar modal banyak untuk merintis ini semua. Hitung-hitung untuk investasi belajar. Dan ternyata belajar bisnis itu tidak murah," ungkap Okto, saat ditemui di kantor Mr. Montir di kawasan Slipi, Jakarta Barat.  

Mulai dari konsep awal bisnis, marketing, menjaga hubungan dengan vendor demi kelancaran produk, edukasi tenaga montir, edukasi pasar hingga pengembangan sistem sudah pernah dilalui oleh Okto. Ia menganggap semua tantangan tersebut sebagai proses belajar agar dirinya dan usahanya bisa berkembang lebih baik.

Saat ini, tantangan yang masih Okto rasakan adalah soal edukasi pasar. "Selama ini ada persepsi kalau bengkel dengan fasilitas bagus itu harga servisnya pasti mahal. Padahal harga servis Mr. Montir standar bengkel umum, yaitu mulai Rp 30.000-an," jelas pria berambut cepak ini.    

Menurut Okto, pasar Indonesia cenderung menilai jasa servis bengkel dari tampilan depan dan fasilitas yang diberikan. Alhasil, tak jarang Mr. Montir menggelar promo saat pembukaan awal bengkel maupun di waktu tertentu. Tujuannya, supaya konsumen bisa merasakan pengalaman langsung servis di Mr. Montir.

Tantangan kedua yang dialami Okto, soal mencetak tenaga montir yang handal dan punya mental baik dalam bekerja. Ia mengaku sampai saat ini masih menyusun formula pengajaran yang tepat untuk menghasilkan montir handal, secara skill maupun etos kerja. Oleh karena itu, Okto mendirikan pusat pelatihan khusus montir di sekitar Jakarta dan Tangerang Selatan.

"Kalau soal pengembangan skill, saya percaya, semakin tinggi jam terbangnya, bisa makin mahir. Tapi kalau soal mental dan etos kerja ini yang agak susah. Misal, beberapa montir ada yang tidak jujur, lalu ada juga yang kerja seenaknya, tidak sesuai jam kerja. Sampai saat ini kami masih bergumul dengan hal itu," papar Okto.       


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0006 || diagnostic_web = 0.1844

Close [X]
×