kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ide dari repot memerah ASI, kini Stephanie Tunggal raup ratusan juta sebulan


Sabtu, 13 Juli 2019 / 13:00 WIB

Ide dari repot memerah ASI, kini Stephanie Tunggal raup ratusan juta sebulan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika masih bekerja dengan status ibu muda baru punya bayi, Stephanie Tunggal pernah mengalami kerepotan saat harus memompa air susu ibu (ASI) di tempat kerja. Apalagi, kantornya tidak punya ruang khusus untuk memerah ASI.

Walhasil, perempuan kelahiran Bogor, 26 September 1985,  ini terpaksa memompa ASI di ruangan untuk telepon. Yang menjadi masalah: pintu ruang itu tidak bisa dikunci. “Jadi, saya was-was banget selama pumping,” kata dia.

Sejatinya, kerepotan Stephanie bisa sedikit berkurang dengan menggunakan pakaian khusus menyusui. Cuma masalahnya, ketika itu tidak mudah menemukan baju menyusui yang cocok buat dipakai untuk bekerja. Kalau pun ada, harganya terbilang mahal.

Baca Juga: Tren bisnis kedai kopi masih harum (bagian 1)

Berangkat dari kerepotan itu, muncul ide untuk membuat usaha baju menyusui. Tapi, dia baru merealisasikannya dua tahun kemudian. Ia mulai merintis bisnis itu dengan merek dagang Maternel di 2017.

Dalam tempo dua tahun, usaha Stephanie berkembang cukup pesat. Saat ini, saban bulan, produksinya berkisar 2.500 potong. Dengan harga jual mulai Rp 169.000 per potong, ia bisa mengantongi omzet sebesar Rp 350 juta sebulan.

Dan sebetulnya, keinginan menjadi pengusaha sudah muncul dalam benak Stephanie saat bekerja di Google Asia Pasifik di Singapura pada 2012 silam. “Saya menyadari, sebagai karyawan, sekalipun bekerja di Google, perusahaan nomor satu dunia, tetap ada keterbatasan,” ujar lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, ini.

Baca Juga: Pengin buka usaha gak ada modal, ini dua jalur mendapatkannya

Tambah lagi, saat di Google, dia bekerja di bagian iklan usaha kecil dan menengah. “Saya seperti konsultan, ini yang membuat saya tahu dunia digital seperti apa. Jadi, sedikit banyak saya tahu bagaimana caranya dapat pelanggan di dunia digital,” imbuhnya.

Stephanie akhirnya mewujudkan keinginan menjadi pengusaha setelah tidak lulus masa percobaan tiga bulan saat bekerja di Tourism New Zealand pada Mei 2017. Pemecatan ini membuat ia terguncang.

Halaman Selanjutnya


Reporter: Merlinda Riska
Editor: S.S. Kurniawan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0471 || diagnostic_api_kanan = 0.0296 || diagnostic_web = 0.2595

Close [X]
×