kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.111   78,97   0,98%
  • KOMPAS100 1.145   12,82   1,13%
  • LQ45 828   6,97   0,85%
  • ISSI 288   4,21   1,49%
  • IDX30 430   3,65   0,86%
  • IDXHIDIV20 517   3,69   0,72%
  • IDX80 128   1,27   1,01%
  • IDXV30 140   1,17   0,84%
  • IDXQ30 140   1,03   0,74%

Ikuti tren, brownies pun tampil kekinian (1)


Sabtu, 09 September 2017 / 11:05 WIB
Ikuti tren, brownies pun tampil kekinian (1)


Reporter: Mia Chiara, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Asal bisa menyajikan produk yang lezat dan menyasar pasar yang tepat, bisnis kuliner memang menjanjikan. Apalagi, seiring perkembangan industri pariwisata, bisnis kuliner kian melambung karena ikut diburu oleh para pelancong, baik untuk makan di tempat maupun sebagai buah tangan.  

Seperti brownies Amanda dari Bandung. Dari sinilah, kue brownies mulai dikenal dan disukai masyarakat tanah air. Bahkan, menjadi buah tangan khas Bandung. Merek Amanda pun begitu populer, hingga cukup mudah mendapatkannya dari luar Bandung.  

Mengikuti perkembangan di dunia kuliner, kini brownies pun juga mulai tersentuh tren kekinian. Para produsen brownies mengolah berbagai varian untuk menghilangkan kebosanan konsumen. Salah satunya memberi topping Silverqueen, Nutella, almond, dan lainnya.

Anisa Sunardi, pemilik usaha Brownie Addict mengatakan, kue coklat ini memang sedang naik daun. Bahkan, masih bakal diburu oleh penyukanya karena ragam topping yang mengundang selera dan bikin  penasaran.

Anisa ini mengaku, dengan varian baru jumlah pesanan yang ia terima terus meningkat. Kini, dalam sehari, ia menjual 60 porsi brownies semua varian.

Harga sekotak Brownie Addict mulai dari Rp 60.000-Rp 85.000. Untuk menjaga produknya tetap fresh, Anisa menggunakan sistem pra-order karena  produk buatannya homemade dan konsumen dapat memilih topping sesuai keinginannya. "Mereka juga bisa memesan  mix topping sesuai selera. Maksimal empat macam," katanya pada KONTAN, Senin (7/8). Meski,

Anisa memilih media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk media promosi. Alhasil, konsumennya tidak hanya datang dari Jakarta tapi juga dari Lampung, Pekanbaru, Bali, dan lainnya.

Asal tahu saja, dia memulai usahanya setelah bergabung dengan salah satu grup memasak. Setalah mendapatkan ide varian brownies Anisa memutuskan untuk membuka usahanya pada Februari 2017 lalu.

Pemain lainnya adalah Patria Prima Putra, pemilik Brownies Manten. Terobosannya cukup unik, yakni membuat brownies sebagai camilan. Berbeda dengan brownies lainnya, Patria membuat brownies  kering, tapi teksturnya lembut dan bakal lumer di mulut.  

Tak hanya soal produk, kemasannya juga cukup unik. Ada gambar hati yang bisa diisi tulisan atau gambar sesuai keinginan konsumen. Menyasar pasar anak muda, Patria bisa menjual 3.000 bungkus Brownies Manten. Harganya Rp 20.000-Rp 22.000 per bungkus.  

Menggunakan media sosial sebagai alat promosi dan berjualan, konsumennya pun berasal dari seluruh wilayah Indonesia, bahkan sudah melalang buana hingga  Korea dan Turki. Patria membuka usahanya sejak September 2014 silam, di Nganjuk, Jawa Timur.         

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×