kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Indahnya fulus dari rangkaian bunga


Sabtu, 15 Desember 2018 / 07:00 WIB

Indahnya fulus dari rangkaian bunga

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rangkaian bunga kini tidak sekedar menjadi hiasan belaka. Susunan bunga warna-warni tersebut menjadi pemanis bahkan penegas terhadap suatu acara. Baik itu perkawinan, tunangan, pesta ulang tahun, acara peresmian perusahaan, hingga yang sifatnya privat seperti jamuan makan malam.

Di tangan para ahli perangkai bunga alias florist aneka jenis bunga itu dirangkai sesuai dengan tema acara. Agar terlihat cantik, mereka menambahkan pernak-pernik seperti pita warna-warni, kayu, ranting, dedaunan, dan lainnya.

Faktor inilah yang membuat perangkai bunga terus mendapat orderan. Marwitan Wahyu Nugroho, laki-laki asal Ngawi, Jawa Timur mengamini besarnya potensi florist. Perangkai bunga yang berkutat di Bali ini mengatakan, jasa tangan terampil para perangkai bunga bakal selalu diburu konsumen sampai kapan pun.

Meski baru berkecimpung tahun 2010, ia  sudah banyak mendapat konsumen dari Bali dan daerah lainnya. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya hingga China.  

Kebanyakan, dia diminta membuat rangkaian bunga untuk acara pernikahan dan event korporasi. Laki-laki berusia 40 tahun ini mengaku beberapa konsumen menentukan sendiri tema dan jenis bunga yang diinginkan.

Namun, tidak sedikit juga konsumen yang tidak mempunyai konsep sehingga Wahyu yang memberikan saran untuk model rangkaian hingga jenis bunga yang hendak digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan aneka bunga potong dalam jumlah besar, dia menjalin kerjasama dengan banyak toko bunga di kawasan Bali, Bandung, dan Jakarta.

Sedangkan, untuk tarifnya dibanderol bervariasi sesuai dengan permintaan konsumen. " Untuk satu event standar biayanya mulai dari Rp 30 juta sampai tidak terhingga ," katanya pada KONTAN.

Waktu pengerjaannya cukup singkat hanya satu hari termasuk persiapan. Dia mengaku dibantu sekitar tujuh hingga 30 asisten untuk menyelesaikan satu event.

Seperti halnya fesyen, model atau gaya bunga rangkaian selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan jaman. Wahyu mengaku tahun ini gaya rustic yang menonjolkan tema alami dengan banyak dedaunan, ranting dan batu alam menjadi primadona.  Biasanya untuk mengikuti perubahan serta perkembangan model rangkaian, dia menggunakan jaringan internet.  

Ia sendiri mendapatkan ketrampilan merangkai bunga secara otodidak saat bekerja di salah satu toko bunga di Pulau Dewata. Namun, dia masih rajin berlatih untuk mengembangkan ketrampilannya.

Lebih dari lima tahun menjalani profesinya, Wahyu mengaku belum pernah mengalami kendala yang berarti. Paling kendala utama adalah tatkala klien ganti tema pada detik-detik terakhir persiapan.

Kendala lainnya adalah ketika masuk musim pernikahan pada bulan Agustus sampai September. Di periode tersebut, ia harus pintar-pintar membagi waktu untuk bisa memenuhi permintaan konsumen.  


Reporter: Elisabeth Adventa, Sugeng Adji Soenarso, Tri Sulistiowati, Venny Suryanto
Editor: Johana K.

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0697 || diagnostic_web = 0.3648

Close [X]
×