kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Ini kisah anak muda Bandung merintis sneakers lokal

Minggu, 23 Desember 2018 / 07:15 WIB

Ini kisah anak muda Bandung merintis sneakers lokal

KONTAN.CO.ID - Anak muda dan sepatu sneakers adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Jenis sepatu yang populer di Indonesia sejak tahun 1990-an tersebut banyak digunakan oleh anak muda tanah air. Bentuknya yang simple, pijakan yang nyaman, serta kesan sporty yang ditonjolkan oleh sepatu sneakers menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda.

Selama ini brand sneakers yang beredar di pasar Indonesia adalah brand asal luar negeri. Maklum, tren sneakers ini memang awalnya berkembang dari sejumlah negara di luar negeri.

Pada sisi lain, pasar sneakers di Indonesia masih sangat luas dan punya peluang besar untuk berkembang. Apalagi, selain anak muda, sneakers juga dilirik oleh kalangan profesional. Peluang bisnis sneakers inilah yang digarap oleh tiga anak muda asal Bandung, Jawa Barat.

"Kami melihat peluang sneakers di Indonesia itu besar banget, bahkan sampai ada komunitasnya di beberapa kota. Dan selama ini belum ada pemain lokal yang menggarap bisnis ini," jelas Ifa Hanifah, Managing Director NAH Project asal Bandung, Jawa Barat pada KONTAN.

NAH Project resmi meluncur ke pasaran sejak Oktober 2017 lalu sebagai pelopor sneakers lokal. Ifa menjelaskan bahwa dirinya bersama dua founder NAH Project, Rizky Arief Dwi Prakoso dan Karina Innadindya sama - sama merintis bisnis sneakers dari awal. Awalnya, Ifa bergabung di NAH sebagai Head Of Marketing.

"Sebenarnya, kalau dibilang founder NAH sendiri ya Rizky dan Karin, tapi saat ini mereka sudah tidak aktif sebagai CEO NAH dan sudah tidak aktif dalam proses bisnisnya. Saya juga ikut merintis ini dari awal, gabung sebagai head of marketing," jelas gadis kelahiran 1995 ini.

Keluar sebagai brand sneakers lokal pertama di tanah air, NAH Project memproduksi sekitar 10 model sneakers dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 270.000 sampai Rp 415.000. Ifa mengatakan, jika saat ini kapasitas produksi NAH Project sudah mencapai 10.000 pasang sepatu.

"Kalau penjualannya saat ini mencapai 3.000 - 4.000 pasang per bulan. Padahal dulu waktu awal-awal hanya sekitar 30 - 50 pasang per bulan," katanya. Semua penjualan dilakukan lewat online melalui Instagram, web, dan e-commerce.        


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0426 || diagnostic_web = 0.4728

Close [X]
×