Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.508
  • EMAS662.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ini kisah pelopor pomade lokal di Pulau Dewata

Minggu, 04 November 2018 / 07:15 WIB

Ini kisah pelopor pomade lokal di Pulau Dewata

Semangat tetap menyala meski pernah bangkrut

Dunia bisnis bukanlah hal yang baru bagi seorang Dedy Kie. Sebelum memutuskan untuk mendirikan Jones Barbershop dan Mr.Jones Pomade, ia pernah mendirikan sebuah kafe di Australia. Sayangnya, bisnis kafe tersebut tak berjalan mulus.

"Sebelum di Bali, saya pernah tinggal beberapa tahun di Australia. Di sana saya kerja apa saja, mulai dari di restoran sampai  pernah jadi kuli. Lalu saya kumpulkan  modal dan buka kafe. Tapi saya bangkrut, kafenya tutup. Untung di sana, kafe bisa dijual, jadi akhirnya saya jual," kenangnya.

Setelah mengalami kejadian kurang beruntung di negeri kanguru, akhirnya ia memutuskan kembali ke tanah air. Dedy mengatakan, uang hasil menjual kafe tersebut ia gunakan sebagai modal awal untuk memulai bisnis baru di tanah air. Ia mengaku cukup nekat kembali ke Indonesia dengan modal seadanya.

Awalnya, Dedy bingung untuk memilih jenis bisnis apa yang akan dilakoni. Ia ingin membuka kafe atau restoran seperti waktu di Australia, namun Bali sendiri sudah penuh sesak oleh berbagai ragam kafe dan restoran. Persaingan bisnis kafe dan restoran di Bali  sudah sangat ketat. Sehingga menurut Dedy, dirinya akan kesulitan menembus persaingan tersebut.

"Saya ingin buka kafe lagi karena memang background saya hospitality. Tapi di Bali, kafe dan restoran sudah sangat banyak, selain saingannya ketat, modal yang saya punya kurang untuk mendirikan kafe. Butuh modal lumayan besar juga buat buka kafe di Bali," ungkap pria kelahiran 1990 ini.

Ide membuat barbershop pun tercetus saat Dedy butuh menata rambutnya sehabis pulang dari Australia. Ia berkeliling sekitar Jimbaran untuk mencari barbershop, tapi saat itu belum ada. Ia harus ke daerah lain untuk potong rambut. Dari situlah ide membuka barbershop di Jimbaran muncul.

"Saya juga heran, ternyata di Jimbaran belum ada barbershop. Di Bali sendiri baru ada sekitar dua atau tiga brand barbershop saja. Padahal tahun 2015, bisnis barbershop lagi booming. Dari pengalaman kesulitan cari barbershop itu, saya bikin sendiri saja. Jadi kalau butuh potong rambut, tidak perlu pusing cari barbershop lagi," tandasnya.          


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0538 || diagnostic_web = 0.4839

Close [X]
×