kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi


Sabtu, 20 Juni 2020 / 16:36 WIB
Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi
Produk masker kain inovasi Citra Handicraft Blacu 

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para  UMKM tidak patah arang di tengah pandemi corona. Apalagi menjelang kenormalan baru, para UMKM  sudah bersiap menyingsiingkan lengan untuk bangkit menggapai pasar yang sempat mati suri. 

Salah satunya UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yakni Abdul Manap, Pemilik UD Karunia Mandiri dari Tarikolot, Citeureup, Bogor. Pandemi covid-19 diakuinya membuat usaha produksi akaesori sepeda motor seperti bracket menurun cukup dalam.

Penurunan penjualan aksesoris kendaraan roda dua ini dirasakan dari Februari hingga Maret. Di Januari Manap mendapat pesanan 1.650 bracket, lalu menurun menjadi 1.100 unit di Februari dan merosot lagi jadi 640 unit barcket pada Maret lalu.

"Kami hampir dibilang mati suri. Dan ada masukan dari gimana kalau mencoba produk face shield," cerita Manap kepada KONTAN belum lama ini.

Baca Juga: Begini jurus UMKM menangkal krisis korona

Ia pun tidak menyia-nyiakan usulan tersebut. Sejak memproduk face shield, di April 2020, Manap mengakui usahanya mendapatkan omzet yang naik signifikan. Atas saran dari YDBA, Manap pun beralih menjadi produski face shield. April Manap mendapat pesanan 397 buah face shield kemudian naik jadi 1.100 unit  pada bulan Mei dan 1.082 unit pada Juni ini.

Baca Juga: Kemenkop UKM siapkan tiga fase pemulihan koperasi terdampak Covid-19

"Omzet saya tuh dulu Rp 7 juta perbulan dulu, sekarang sebulan Alhamdulillah kurang lebih Rp 45 juta . Angka yang fantastis buat saya Alhamdulilah, " jelas Manap.

Baca Juga: Hadapi pandemi Covid-19, startup harus fokus ke bisnis inti layanan

Manap membandrol produk face shieldnya seharga Rp 20.000 dengan bahan PVC yang Ia jamin memiliki kualitas yang baik dan nyaman dipakai. Manap memiliki empat orang pegawai di showroom-nya.

"Kami ada pesanan 2.000 buah dari AHM yang dikerjakan dua tahap. Ada testimoni dari dokter juga konsumen yang sebut sudah masuk standar medis. Lalu pesanan AHM juga belum ada komplain," imbuhnya.

Meski tergolong sukses dengan inovasi face shield yang dilakukan, Manap mengungkapkan ia masih terkendala dari sisi pemasaran. Utama ialah pemasaran online yang diakuinya ketat dalam persaingan dari segi harga dan produk.

"Di toko online banyak yang harga murah. Kami terus proses pencarian agar produk dan harga kompetitif. Saya jujur masih belum tahu ada face shield Rp 9.000 per buah. Kami terus coba membuat produk yang tetap berkualitas tapi harga bisa ramah,” tuturnya .
 
Bahan baku face shield yang masih tinggi diakui Manap masih jadi tantangan ditengah gempuran persaingan harga di pasar online. Namun Ia tetap memegang teguh bahwa produknya haruslah memiliki kualitas yang terbaik mengingat face shield menjadi produk yang digunakan untuk terapkan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19.


Tag

TERBARU
Terpopuler

[X]
×