kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Injeksi ke start up turun 8%


Selasa, 01 Agustus 2017 / 21:55 WIB
Injeksi ke start up turun 8%


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Meski sepanjang tahun ini terlihat gencar suntikan modal ke para start up seperti Gojek, Grab atau yang terakhir Traveloka, sejatinya pertumbuhan industri start up tengah melambat.

Menurut Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Start Up Indonesia (Amvesindo), Jefri Rudyanto Sirait, investasi pemodal ke usaha rintisan atau start up tahun ini memang turun dari tahun lalu. "Ada penurunan kurang lebih 7%-8% secara number of deals, baik di dunia, regional dan indonesia," katanya pada KONTAN, Selasa (31/8).

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari penurunan akuisisi start up yang punya potensi hingga tingkatan pendanaan yang dikucurkan para pemodal. 

Faktor inilah yang membuat para pemodal atau modal ventura sudah lebih rasional dalam melihat persaingan bisnis start up. Meski begitu, Jefri menyebut ada juga beberapa bidang start up yang masih jadi incaran pemodal. Yaitu teknologi finansial (tekfin), media dan smart city.

Tak heran bila banyak usaha rintisan muncul di tiga bidang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×