kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Intip ramai bisnis pernak-pernik Natal


Rabu, 20 Desember 2017 / 10:10 WIB
Intip ramai bisnis pernak-pernik Natal


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Bagi umat nasrani, menghias pohon natal dan mendekorasi rumah dengan tema tertentu menjadi kegiatan rutin dan menyenangkan menjelang perayaan Natal. Maklum, saat Natal tiba, biasanya saudara dan handai taulan berkunjung untuk makan bersama atau sekadar memberi ucapan Natal.  

Agar terlihat indah dan unik, mereka kerap berburu serta memborong pernak-pernik dekorasi. Tentu saja, setiap tahun, mereka menginginkan dekorasi Natal yang berbeda. Kondisi ini menjadi berkah bagi penjual dekorasi Natal. Mereka mulai kebanjiran pesanan. 

Yulia Ratnasari, pemilik Fukikosachi asal Yogyakarta mengaku permintaan tahun ini naik sekitar 20% apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Produk yang dicari pun berbeda-beda setiap tahunnya. "Tahun ini banyak yang mencari lampu sinterklas untuk gantungan di pohon natal," katanya. Selain itu, bola air, lampu tumblr dan wall decoration yang terbuat dari papan MDF (serbuk kayu) juga masih mengundang banyak minat. 

Yulia membanderol harga pernak-pernik berkisar Rp 5.000-Rp 300.000 per unit. Ia sudah menjual lebih dari 200 unit barang dari November hingga sekarang.  

Asal tahu saja, para pelanggan lebih banyak membeli dalam bentuk paket daripada pernak-pernik dalam bentuk satuan Alasannya, lebih praktis dan hemat.    

Berdasarkan datanya, para konsumen mulai melakukan pemesanan sejak akhir bulan November hingga minggu terakhir menjelang Natal. 

Dia mengatakan, tujuh hari menjelang Natal biasanya menjadi momen puncak pasar membeli pernak-pernik. Hal ini pun cukup menjadi tantangan bagi Yulia. Pasalnya, konsumen meminta pengiriman cepat dengan biaya pengiriman murah. "Padahal, kalau pengiriman murah, pengirimannya membutuhkan waktu sekitar 7-14 hari saya jadi tidak berani menjamin," tegasnya.  

Untuk memenuhi seluruh permintaan konsumen, dia menjalin kerjasama dengan para pemasok lokal. Yulia pun sudah mulai menyiapkan stok sejak Oktober 2017. 

Penjual lainnya yang kecipratan berkah Natal adalah Yesti Harniliya, pemilik Artantishop, Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, pernak-pernik yang banyak diburu tahun ini adalah jenis gantungan seperti permen jumbo, topi natal, hiasan glitter spiral dan daun glitter. Rata-rata konsumen mulai ramai belanja pernak-pernik sekitar delapan hari sebelum perayaan Natal.    

Berbagai pernak-pernik Natal yang Yesti jual dilabel harga mulai Rp 10.000 sampai Rp 1 juta. Hanya, berbeda dengan Yulia, penjualan Yesti justru menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Sayang,  dia enggan menyebutkan prosentasenya. 

Menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Line, BBM, membuat Yesti  mendapatkan banyak konsumen diluar kota atau luar pulau Jawa. Untuk memenuhi koleksinya dia menjalin kerjasama dengan para pemasok lokal.            

Ramai model baru gairahkan bisnis pernak-pernik Natal

Mendekorasi rumah dan menikmati keindahan pohon terang dengan ragam hiasan gantung nan cantik hanya dapat dilihat setahun sekali. Yakni, menjelang perayaan Natal. Sebagian orang mencoba memanfaatkan waktu tersebut untuk menjajakan pernak-pernik dekorasi pohon terang hingga rumah dengan tema Natal. 

Meski tergolong usaha musiman, para pelakunya tak pernah merasa bosan menjajakan pernak-pernik natal ini. Sebab, setiap tahun, selalu ada desain baru dari para pemasok. 

Yulia Ratnasari, pemilik Fukikosachi asal Yogyakarta mengatakan, potensi usaha ini masih bagus lantaran saban tahun akan ada model hiasan baru. Dan, biasanya orang yang ingin mengganti tema hiasan pohon natalnya tiap tahun.  

Disisi lain, dia tidak menampik bila persaingan bisnis ini sudah cukup ketat. Maka, untuk bertahan dia selalu melakukan update produknya dengan barang-barang model terbaru. 

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Yulia ini selalu memberikan pelayanan terbaik seperti pemberian garansi. Bila barang cacat saat diterima konsumen diluar kerusakan akibat pengiriman, akan diganti dengan barang baru. 

"Untuk barang yang mudah pecah seperti bola air kami selalu packing dengan pallet kayu dan dibuat seaman mungkin. Sehingga, kalau barang pecah saat diterima itu bukan tanggungan kami tapi tanggung jawab pihak ekspedisi," katanya pada KONTAN, Senin (18/12). 

Untuk waktu pengirimannya, dilakukan sekitar satu hingga dua hari paska pelanggan melunasi pembayaran. Kebanyakan konsumennya berasal dari sekitar pulau Jawa, Medan, Menado, dan kota lainnya. 

Luasnya jangkauan konsumen ini merupakan buah hasil dari channel media digital khususnya media sosial seperti Instagram dan Facebook yang digunakan untuk promosi. 

Sekadar info, dia memulai usaha ini sejak tahun lalu. Awalnya, dia menjual secara offline melalui event bazar di Yogyakarta. Lainnya, dia juga menjual barang-barang home decoration. 

Yesti Harniliya, pemilik Artantishop, Bekasi, Jawa Barat juga mengakui bila persaingan dibisnis ini sudah ketat. Meski begitu, dia tidak khawatir dengan menjamurnya para pelaku usaha yang sama. Dengan memberikan pelayanan yang baik serta terus berusaha, bisnisnya bakal terus eksis. 

Kendala yang kerab dihadapi adalah proses pengiriman yang terlalu lama dari pihak ekspedisi. Sehingga, barang dikhawatirkan tidak datang tepat waktu. 

Maklum saja, dia cukup banyak mengirimkan barang-barang ke luar Bekasi, karena jangkauan pasarnya yang cukup luas hingga ke luar pulau Jawa. 

Untuk promosi, dia masih mengandalkan media sosial seperti Instagram, Line, dan BBM. Baiknya, media pemasaran ini dapat menjangkau pasar konsumen yang lebih luas.                    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×