kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.976   -54,00   -0,30%
  • IDX 5.881   134,58   2,34%
  • KOMPAS100 777   17,88   2,35%
  • LQ45 583   14,01   2,46%
  • ISSI 201   3,99   2,03%
  • IDX30 331   8,33   2,58%
  • IDXHIDIV20 406   7,86   1,97%
  • IDX80 88   1,77   2,06%
  • IDXV30 110   1,81   1,67%
  • IDXQ30 106   1,82   1,76%

Irene optimistis mengolah sampah warga dengan 3R (3)


Kamis, 14 April 2011 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, Rabu (6/1). PLN memberikan 5 cara mengakes token listrik gratis PLN dan subsidi listrik bulan Juli 2020. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Tri Adi

Sebagai orang yang peduli dan peka terhadap lingkungan sekitarnya, bisnis pengolahan sampah Irene Holle tak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Tujuan awal Irene menjalankan bisnis ini lantaran keinginan kuatnya membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah yang bau.

Bila saat ini mampu menambah pundi-pundi uang dan mampu menyerap banyak tenaga kerja, Irene mengaku kalau hal tersebut karena kepedulian karyawannya untuk turut membersihkan lingkungan. "Kami punya harapan yang sama, kelak Jabodetabek bisa bersih dari sampah," ujarnya. Lingkungan terdekat dengan warga harus lebih dulu peduli.

Baru bisa melayani olahan sampah untuk klien di wilayah Jakarta Selatan, saat ini PT Recyclindo tengah mempertimbangkan tawaran pengolahan sampah di wilayah lain.

Berbeda dengan pebisnis sampah lainnya, Irene mengikat klien dengan kontrak kerjasama berdurasi setahun. Dalam kontrak kerja sama itu disebutkan, klien wajib menyediakan sampah dalam bungkusan. Kemudian, perusahaan Irene akan mengambil sampah sesuai permintaan klien, yakni sekali seminggu, dua kali seminggu, atau bahkan setiap hari sesuai dengan permintaan klien.

Meski punya tujuan mulai, toh dalam menjalankan bisnis pengolahan sampah, Irene menghadapi banyak kendala. Saat memulai usaha dengan mendirikan PT Recyclindo, misalnya, Irena harus berhadapan pada sulitnya perizinan. Padahal, usaha yang Irene jalankan adalah membantu tugas pemerintah, yakni menciptakan lingkungan bersih bagi warganya. "Ini tidak ada support sama sekali. Melarang tidak, mendukung juga tidak," tandas Irene.

Selain itu, truk-truk milik Irene juga kerap menjadi sasaran pungutan liar, bahkan ia kerap menjadi sasaran pemerasan oknum-oknum pemerintah daerah. "Saya sering dipanggil untuk membayar berbagai macam pungutan," keluhnya. Padahal, kata Irene, keberhasilan para pengusaha seperti dirinya dalam usaha penanggulangan sampah membutuhkan sokongan pemerintah.

Kendala internal juga muncul lantaran karyawan Irena yang sering membolos sehingga mengganggu operasional perusahaan. Makanya, Irena terjun langsung mengawasi kerja karyawan yang dibaginya dalam sistem kerja shift.

Ia juga tak segan turun tangan mengajari karyawannya mengolah sampah menjadi kompos atau pupuk tanaman. Adapun sampah non-organik didaur ulang.

Dalam menjalankan usahanya, Irene mengusung prinsip 3R yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. Yakni mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang. Irene optimistis usahanya akan berkembang sebab masih dibutuhkan banyak perusahaan seperti Recyclindo untuk mengatasi sampah warga Jabodetabek.

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×