Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Jagung pipilan masih ada harapan

Sabtu, 03 November 2018 / 06:45 WIB

Jagung pipilan masih ada harapan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha jagung pipilan memang sudah tidak lagi populer. Namun, jajanan sehat ini masih diburu masyarakat hingga kini. Faktor tersebut membuat usaha ini masih bisa bertahan.  

Para pemilik merek pun seakan tidak ingin membuang kesempatan. Masih ada pebisnis yang  menawarkan sistem kemitraan untuk melebarkan sayap usahanya. Meski tidak seagresif beberapa tahun lalu, pemilik merek masih saja kedatangan mitra baru.

Tapi bukan berarti usaha ini tanpa kendala. Salah satu yang paling utama adalah kesulitan dalam mencari karyawan. Faktor inilah yang membuat sebagian gerai milik mitra terpaksa tutup. Malah ada juga yang terpaksa  mengalihkan lini usaha dan menutup usaha camilan jagung itu.    

Untuk mengetahui lebih lanjut pasang surutnya sektor usaha ini, KONTAN akan mengulas tiga kemitraan jagung pipilan yaitu Revo Corn, Fantastic Sweet Corn, dan Mister Jagung.  

Revo Corn
PT Revo Indonesia mulai menawarkan Revo Corn sejak tahun 2010. Usaha asal Cengkareng, Jakarta Barat ini, sudah berdiri sejak  2009.  Saat KONTAN mengulas kemitraan usaha ini pada November 2017, Revo Corn tercatat telah memiliki 2.777 gerai milik mitra. Kini, jumlahnya menjadi  2.797 gerai.

Manajer Pemasaran PT Revo Indonesia, Hendra mengatakan sepanjang tahun 2018, Revo Corn memiliki gerai 20 gerai baru di sekitar pulau Jawa. Meski demikian, ada pula sejumlah gerai yang tidak lagi beroperasi. "Total memang 2.797 gerai. Tapi yang aktif sekitar 35%, selebihnya sudah tidak beroperasi," kata Hendra ke KONTAN.

Sejumlah gerai tutup karena omzet yang makin menurun. Kondisi ini dipengaruhi tren jagung pipilan yang sudah meredup. Ditambah lagi daya beli masyarakat yang belum pulih. Padahal harga jual jagung sebenarnya sudah dipangkas. "Bisa bayar gaji karyawan dan sewa saja sudah bagus," tandasnya.

Imbasnya, Revo Coron pun menurunkan paket investasi yang semula Rp 3,9 juta menjadi Rp 3,5 juta. Mitra akan mendapatkan fasilitas seperti booth, kompor, panci, peralatan membuat cup corn, pelatihan karyawan serta bahan baku awal.

Kendala lainnya yang mesti ia hadapi adalah soal pengiriman bahan baku, terutama bagi mitra yang lokasinya di luar kota atau luar pulau. Pasalnya, bahan baku jagung pipilan agak susah untuk tahan lama jika waktu pengirimannya panjang. Hal itu pula yang menjadi alasan banyaknya gerai yang tutup.

Lain cerita untuk pengiriman di dalam kota. Pihaknya terbantu dengan sarana ojek online. Baik itu dari sisi waktu pengiriman maupun biaya.

Meski banyak tantangan,  Revo Indonesia masih terus menggencarkan pemasaran melalui media online, situs  dan bantuan pemasaran dari para mitra. Selain itu, Revo Corn mulai bekerjasama dengan ojek online untuk pemesanan online. Hal yang mulai jamak dilakukan pebisnis makanan dan minuman.

Sambil terus mempertahankan bisnis Revo Corn, perusahaan ini juga mulai mengembangkan tawaran kemitraan di bidang makanan dan minuman lainnya.  Sebut saja kemitraan usaha teh hijau, kopi arabika, susu kedelai, minuman cokelat, jus buah, dan bubble drink serta jenis kemitraan makanan minuman lainnya.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0772 || diagnostic_web = 0.5967

Close [X]
×