Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.453
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Jalan Hadian jadi orang nomor satu di Wika Beton

Sabtu, 10 Juni 2017 / 16:37 WIB

Jalan Hadian jadi orang nomor satu di Wika Beton

Berita Terkait

Ahli Pemasaran

Naluri Hadian untuk masuk di bidang pemasaran ternyata pilihan yang tepat. Peralihan divisi ini ternyata membawa Hadian di pintu karier kesuksesannya di Wika. Sebab di divisi pemasaran inilah, dapat menjadikannya sebagai pijakan awal untuk menduduki kursi tertinggi Wika Beton.

Semenjak menjadi staf penjualan di Wika, Hadian tak pernah berpaling dari lingkup pemasaran. Secara konsisten, Hadian menapaki kariernya di pemasaran dari posisi staf pelaksana penjualan, sales engineer madya, dan deputi manajer penjualan. Kurang lebih empat tahun di Wika sebagai staf pemasaran, karier Hadian semakin moncer. Dia berhasil menjadi manajer penjualan produk beton DKI Jaya.

Ini menjadi pencapaian yang menjanjikan. Sebab menjadi manajer pemasaran di Wika untuk Divisi Produk Beton I dengan wilayah penjualan DKI Jaya adalah jabatan yang diincar banyak orang. Jabatan ini juga sulit ditembus.

Namun jabatannya di kursi panas tersebut, hanya bertahan sekitar dua tahun. Pada tahun 1995, ia harus pindah ke Sulawesi Selatan untuk menjadi kepala cabang. Meskipun turun jabatan, Hadian tak lantas berkecil hati. Dia mengaku justru berbangga dengan pencapaiannya ini.

Boleh jadi, fase ini menjadi booster atau pendorong untuk kariernya. "Kenapa saya di pindah ke Makassar dan cuma setahun? Jadi, proyek pertama di Makassar itu saya yang dapat," ujarnya mengenang masa lalu.

Proyek yang dia maksud adalah proyek pembangunan pasar sentral Makassar dan proyek pipa bili-bili berdiameter besar untuk keperluan air minum. Saat itu, Hadian didaulat untuk menangani proyek ini. Lebih dari itu, ia juga dipercaya untuk membangun pasar di wilayah timur Indonesia.

Tantangan baru ini justru semakin memantapkan Hadian dalam dunia konstruksi. Ia tidak hanya sukses menangani proyek-proyek yang diamanatkan, pria kelahiran Garut, Jawa Barat ini juga berhasil membuka pasar hingga ke Manado dan Irian Jaya. "Sampai akhirnya di sana berdiri pabrik Wika," tutur Hadian.

Pada tahun 1996, Hadian pindah ke Jawa Tengah. Mutasi dilakukan karena pada waktu itu Wika sedang kesulitan memenangkan tender bantalan beton kereta api. Rupanya oleh perusahaan, Hadian banyak mendapat kepercayaan. Dia ditempatkan ke tempat-tempat yang sulit karena sudah terbukti selalu berhasil dan itu dilaluinya semua dengan mulus. Karena itulah dia menyebut dirinya sebagai spesialis buka pasar baru.

Kurang lebih sembilan tahun Hadian menghabiskan masa kerjanya di Jawa Tengah. Pemasaran menjadi spesialisasi. Sejak masih menjadi Divisi Produk Beton di Wika, hingga menjadi perusahaan baru bernama Wika Beton, ia masih setia mengurusi masalah pemasaran. Saat menjadi Manajer Wilayah Penjualan IV Wika Beton periode 19972005, pria berusia 56 tahun ini banyak membuat gebrakan.

Selain jago menjual, Hadian juga ahli di bagian pemancangan dan pemasangan. Sebagai contoh, dalam proyek bengawan Solo, Jawa Tengah. Wika Beton kala itu tidak hanya berhasil memenangkan tender penyediaan produk beton, tetapi juga pemasangan, hingga aspal.

Hadian juga mengaku pernah menangani proyek pancang gedung Gramedia Jawa Tengah. Selama bertugas di Jawa Tengah, Hadian juga dipercaya direksi untuk menangani proyek-proyek spesial di daerah lain. Beberapa di antaranya adalah proyek power plant yang berlokasi di wilayah Jawa dan Sumatera.

Sebagai manajer wilayah penjualan termuda kala itu, Hadian menjadi salah satu ujung tombak Wika Beton. Berbagai tantangan baru tak henti disuguhkan kepadanya dan dia mampu menyelesaikannya dengan tangan dingin. Selain proyek penyediaan produk precast, ia juga merambah ke konstruksi. "Ini yang saya bilang saya agak unik," tutur Hadian kembali.

Begitu pun ketika Hadian kembali dipindahkan ke Ibu Kota Jakarta pada tahun 2005. Saat itu Hadian menjadi Manajer Wilayah Penjualan III. Di posisi ini, ia menangani pemancangan gedung Bursa Efek Indonesia, berikut bagian basement-nya.

Untuk menjaga visi Wika Beton menjadi leader untuk produk precast, Hadian merasa tertantang untuk terus mendapatkan proyek-proyek besar. Ia juga antusias memberikan masukan demi lahirnya produk-produk baru.

Tentunya keberhasilan dalam berbagai proyek juga didukung oleh tim yang supportif. "Di sini kompak saling bahu membahu dari berbagai divisi, ini yang dibutuhkan untuk keutuhan jangka panjang Wika Beton," ujarnya.

Dengan konsistensi dan kesungguhannya menjalani pekerjaannya, pada tahun 2008 Hadian ditarik ke kantor pusat Wika Beton untuk menjadi manajer penjualan. Pada tahun 2012, Hadian mendapat kepercayaan untuk menjadi Direktur Pemasaran Wika Beton.

Terhitung sejak 13 Maret 2017, bertepatan dengan hari lahirnya yang ke-56, Hadian dipercaya memegang tampuk tertinggi perusahaan yakni Presiden Direktur Wika Beton. Tantangan pertama yang dihadapi adalah bagaimana membesarkan Wika Beton yang sudah tersohor. Karena itu, ia bertekad mengembangkan produk baru, menambah area cakupan pemasaran, dan menambah kapasitas pabrik.

Hadian juga menyiapkan SDM yang loyal dan kompeten. "Targetnya tahun 2020 kita sudah masuk ASEAN," ujar Hadian. Saat ini, produk Wika sudah masuk Singapura dan Filipina.


Reporter: Nisa Dwiresya Putri
Editor: Yudho Winarto

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0539 || diagnostic_web = 0.5146

Close [X]
×