kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jaring Teman, Bangun Bisnis Studio (1)


Sabtu, 11 Maret 2017 / 10:15 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Johana K.

Meski tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni, Ibrahim Imaduddin berhasil membangun Mavens Studio yang bergerak dalam bisnis pembuatan foto, video, dan desain grafis. Ide visual yang Ibrahim dapat selama ini pun datang dari hobi menonton film.

Keberhasilan pria asal Bandung mendirikan Mavens Studio berawal dari proyek-proyek pembuatan video lepasan yang ia terima bersama teman-temannya. Saat itu pria kelahiran 16 Maret 1990 ini memang gemar kumpul dan beraktifitas bareng teman-temannya. Bahkan, Ibrahim juga tak menyangka, pada akhirnya proyek video bersama temannya ini dapat menjadi lahan bisnis menjanjikan seperti sekarang.

Karena punya latarbelakang bisnis manajemen,  Ibrahim dipercaya untuk mengatur kerja tim Mavens Studio. Ia pun banyak berperan mengerjakan konten kreatif. Sementara, teman-teman lain yang berlatar belakang seni berperan sebagai pengeksekusi konten.

Cikal bakal Mavens Studio berawal dari pengisian voice over proyek video pertama kitabisa.com. Dari situ, dia melihat potensi teman-temannya. “Kayaknya kami bisa bikin project bareng, karena punya potensi dan kelebihan masing-masing," ujar dia. Diantara temannya, ada yang jago desain, jago bikin video dan jago dagang.

Sebelum menawarkan jasa layanan pembuatan foto, video dan desain grafik, pada awalnya Mavens Studio banyak menerima pesanan pembuatan video saja. Namun, karena banyak dari konsumen yang juga meminta untuk dibuatkan desain grafik maka Mavens Studio pun membuka layanan desain grafik ini. “Karena video bersinggungan sama desain grafik akhirnya banyak yang minta kita untuk kerjain desain grafik, ” kata Ibrahim.

Proyek yang datang banyak untuk branding  suatu perusahaan dalam bentuk video company profile.  Selain dari pemerintah, kliennya juga berasal dari perusahaan swasta. Diantaranya Mavens Studio pernah menggarap proyek dari brand ternama seperti Aqua, Ultra Milk, ICDC Indonesia, serta beragam startup seperti Gojek.  

Dengan tagline: making impact with design, tak hanya mencetak omzet, Maven juga ingin memberikan pengaruh langsung demi kebaikan masyarakat luas. Ibrahim menceritakan tagline tersebut sudah terwujud atas kerjasama dengan website gerakan sosial kitabisa.com. “Tagline yang kita elu-elukan di kantor akhirnya bisa terwujud dan memberi pengaruh untuk kebaikan masyarakat luas,” kata Ibrahim.

Untuk kisaran biaya jasa pembuatan video rata-rata berkisar Rp 30 juta hingga  Rp 150 juta. Besarnya biaya tergantung pada permintaan dan kebutuhan syuting masing-masing proyek.   

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×