Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS707.000 -0,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Jejak karier Fadhil Hasan dari peneliti menjadi Direktur Asian Agri

Sabtu, 29 Desember 2018 / 18:17 WIB

Jejak karier Fadhil Hasan dari peneliti menjadi Direktur Asian Agri
ILUSTRASI. M Fadhil Hasan

KONTAN.CO.ID - SELAMA ini, ia dikenal sebagai peneliti sekaligus akademisi yang sukses berkarier di sektor pemerintahan maupun perusahaan swasta. Passion Fadhil pada penelitian di sektor pertanian dan ekonomi mengantarkannya pada sejumlah jabatan strategis, baik di lembaga penelitian, pemerintahan, maupun perusahaan.

Fadhil mengawali kariernya sebagai seorang peneliti. Sejak lulus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1983, dia langsung ditugaskan sebagai peneliti lapangan oleh kampusnya.

"Setelah lulus, cita-cita saya sebenarnya menjadi dosen. Jadi peneliti lapangan, kala itu saya ada proyek penelitian di Lombok tentang sistem pangan dan gizi dengan pendekatan sosial ekonomi, karena saat itu banyak kasus kurang gizi di sana," kenang Fadhil.

Selama dua tahun, dia menjadi peneliti lapangan di IPB. Namun, keinginannya untuk menjadi dosen kala itu tertunda. Ia harus menerima pil pahit karena tidak mendapatkan posisi dosen yang diinginkan. Tak mau berdiam, Fadhil mendaftarkan diri sebagai peneliti di The Harvard Institute for International Development (HIID) sekitar tahun 1985.

Ketika Fadhil bergabung, lembaga ini mengalami perubahan struktural organisasi di Indonesia. Selama melangsungkan proyek penelitian di Indonesia, HIID banyak menerjunkan konsultan asal Amerika Serikat. Kemudian saat Fadhil bergabung, HIID ternyata sedang membantu membentuk lembaga penelitian baru di Indonesia, bernama Center for Policy and Implementation Studies (CPIS).

"Saya bergabung di sana sekitar akhir tahun 1985 dan ditempatkan langsung di CPIS. Lalu dua tahun kemudian, sekitar tahun 1987, saya disekolahkan oleh lembaga tersebut untuk melanjutkan studi ke jenjang master," ujar Fadhil. Kala itu, HIID memiliki proyek di Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Keuangan.

Pada tahun 1987, Fadhil melanjutkan sekolah magister di Department of Economics, Iowa State University, Amerika Serikat (AS) dan lulus tahun 1989. Setelah kembali ke Indonesia, dia bergabung lagi dengan CPIS dan banyak terlibat dalam penelitian tentang pertanian, pangan, dan kebijakan pertanian.

"Begitu balik ke Indonesia, saya gabung lagi dengan CPIS karena ada semacam ikatan dinas. Saya mendapatkan pengalaman yang cukup banyak soal kebijakan pertanian setelah pulang dari AS," ungkap dia.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Yudho Winarto

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0596 || diagnostic_web = 0.3019

Close [X]
×