Reporter: Kornelis Pandu Wicaksono | Editor: Havid Vebri
Memiliki kejelian melihat peluang usaha membawa Satia Pradana untuk berani memutuskan terjun sebagai wirausaha di usia relatif belia. Sejak awal 2012, laki-laki berusia 25 tahun ini menjalankan usaha penjualan pembungkus alias kover kendaraan.
Di bawah merek Cover Super, Satia memproduksi dan menjual penutup mobil dan motor dengan desain menarik lantaran memiliki aneka ragam pilihan warna.
Satia mengamati tren masyarakat Indonesia yang membutuhkan pembungkus kendaraan jika sedang diparkir di luar ruangan untuk melindungi kendaraannya dari panas dan hujan. Apalagi dengan melihat jumlah kendaraan baik motor maupun mobil yang terus meningkat dari tahun ke tahun, ini membawa peluang bisnis yang besar baginya.
Agar bisnisnya bisa bersaing di pasar, Satia melakukan berbagai inovasi produk dengan memberi pilihan sembilan pilihan warna dengan tiga ukuran yang berbeda. "Awalnya saya hanya memproduksi warna perak," ujar pria lulusan Osmania University, India ini.
Dia mengklaim, bahan baku pembuatan pembungkus ini menggunakan bahan yang tahan panas dan bisa dicuci dan disetrika. Saat ini dia memiliki sekitar 80 karyawan yang membantunya memproduksi pembungkus kendaraan tersebut.
Semua proses produksi dilakukan di pabrik sekaligus kantor yang terletak di Wirobrajan, Yogyakarta. Saban hari Satia bisa memproduksi sekitar 200 unit hingga 300 unit pembungkus kendaraan.
Berarti, apabila sedang banyak permintaan ia mampu memproduksi 6.000 hingga 9.000 segala jenis pembungkus kendaraan dan tas perbulan. Untuk menjual produknya, Satia bekerjasama dengan pengecer di berbagai daerah. Dia juga memiliki situs khusus untuk mempromosikan produknya.
Satia mengaku mampu menjual sekitar 3.000 hingga 5.000 pembungkus kendaraan tiap bulan. "Sebagian besar masih pembungkus motor," kata dia.
Satia tidak terlalu membedakan pangsa pasarnya.
Namun biasanya untuk pembungkus sepeda motor, konsumennya yang berasal dari kalangan anak muda lebih suka dengan produk unik. Sedangkan untuk pembungkus mobil, pelanggannya kebanyakan orang tua di perkotaan yang tidak memiliki garasi.
Hal itu cukup beralasan, sebab pemilik mobil yang diparkir di luar rumah tentu waswas kendaraannya kotor terkena hujan, debu, atau tergores.
Tidak hanya memasarkan produk di dalam negeri, Satia juga sudah menjual produknya ke luar negeri, meski masih dalam jumlah kecil.
Beberapa negara tujuan ekspornya seperti Singapura, Australia, dan India. "Penjualan ekspor belum menentu," kata dia. Harga jual produknya berkisar Rp 120.000 per unit untuk pembungkus motor. Adapun harga pembungkus mobil sekitar Rp 320.000 per unit.
Dia juga menjual pembungkus tas ransel seharga Rp 30.000 per unit. Pembungkus tas ini bermanfaat bagi para pengendara motor. Ketika hujan, tas mereka akan terlindungi oleh pembungkus tersebut yang anti air.
Dengan penjualan sekitar 5.000 unit per bulan, Satia mengaku bisa mengantongi omzet sekitar Rp 300 juta per bulan.
(Bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News