kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Jokowi tinjau pabrik porang, tumbuhan liar yang buat petani jadi miliarder


Kamis, 19 Agustus 2021 / 23:20 WIB
Jokowi tinjau pabrik porang, tumbuhan liar yang buat petani jadi miliarder

Reporter: Abdul Basith Bardan, Noverius Laoli, SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pabrik porang saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/8). Tumbuhan liar ini bisa membuat banyak petani menjadi miliarder. 

Menurut Jokowi, pabrik pengolahan porang milik PT Asia Prima tersebut memberi nilai tambah pada petani. Potensi porang bisa mencapai Rp 40 juta per hektare dalam masa tanam delapan bulan. 

"Ini sebuah nilai yang sangat besar. Pasarnya juga masih terbuka lebar," ujar Presiden saat meninjau pabrik porang di kabupaten Madiun itu. 

Jokowi mengatakan, porang memiliki potensi sebagai makanan masa depan. Hal itu mengingat porang rendah kalori, rendah gula, sehingga lebih sehat untuk masyarakat konsumsi.

"Saya tadi sudah menyampaikan ke mentan (menteri pertanian) agar kita betul-betul seriusi komoditas baru ini, komoditas porang, kita harap kita tidak ekspor porang dalam bentuk mentahan," kata Jokowi.

Baca Juga: Tinjau pabrik porang, Jokowi minta pengusaha tak ekspor dalam bentuk mentah

Tak heran, porang semakin jadi primadona petani di Indonesia. Bagaimana tidak? Tanaman yang dulu dianggap sebagai tumbuhan liar bisa membuat banyak petani menjadi miliarder. 

Alhasil, sekarang semakin banyak petani di sejumlah daerah yang membudidayakan porang. Apalagi, di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung banyak dicari.

Bisa menghasilkan Rp 3 miliar 

Ketut Sukarya, misalnya. Petani kopi asal Tabanan, Bali, ini sekarang juga membudidayakan porang. "Dulu memang banyak tumbuh liar di kebun," katanya kepada Kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat ini banyak petani kopi di daerahnya yang membudidayakan porang. Sebab, petani nyaris tidak perlu merawat apalagi memberi pupuk tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri itu.

Yang punya duit berlebih, Ketut mengungkapkan, menyewa lahan berhektare-hektare untuk ditanami porang. "Harga jualnya saat ini Rp 8.000-10.000 per kilogram," ujarnya yang juga menjual bibit porang. 

Baca Juga: Selain sarang burung walet, porang juga jadi idola di pasar global




TERBARU

[X]
×