kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jualan starter kit bisa raup omzet Rp 200 juta per bulan, tertarik mencoba?


Minggu, 28 Juni 2020 / 06:00 WIB
Jualan starter kit bisa raup omzet Rp 200 juta per bulan, tertarik mencoba?

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkebun bukanlah hal yang baru bagi masyarakat, apalagi semenjak work from home diterapkan, bercocok tanam jadi kegiatan yang populer saat ini. Nah, karena banyak dilakukan, ada salah satu metode bercocok tanam praktis bagi pemula. Yaitu menggunakan starter kit.

Starter kit adalah semacam satu paket komplit berisi peralatan media tanam, benih, pupuk dan nutrisi tanaman. Dengan paket tersebut, anda tidak perlu repot atau kebingungan saat bercocok tanam. Nah, karena praktis, saat ini mulai banyak yang membuat dan memperjualbelikannya. Peluang ini ditangkap Ridwan Satria Putra, pemilik Purie Garden di Kediri, Jawa timur.

Baca Juga: Fase new normal: Setelah aktivitas longgar, berharap ekonomi kembali melar

Menurutnya, paket starter kit buatannya laris manis di pasaran. Dia pun tak menyangka bahwa pandemi Covid-19 penjualan starter kit meningkat hingga 300%. “Tiga bulan terakhir peningkatan penjualan sampai tiga kali lipat. Mungkin menggunakan starter kit mudah, dan banyak orang perkotaan yang coba,” ujar Ridwan kepada Kontan.co.id, Kamis (25/6).

Saking banyaknya pesanan starter kit, dalam sebulan, Ridwan bisa menjual 7.000 sampai 8.000 unit starter kit ke seluruh Indonesia. Bicara soal paket starter kit yang dijual, ada tiga jenis paket, yaitu wick system Sembilan lubang dengan satu bak, dua dan tiga bak. Harganya mulai dari Rp 180.000 sampai 140.000.

Pelanggan Ridwan pun beragam, mulai dari mahasiswi, ibu rumah tangga hingga wirausaha muda pun menjajal starter kit. Bahkan, Ridwan berujar, beberapa tenaga kerja Indonesia di Malaysia, India dan Timur tengah pernah memesan starter kit untuk keluarganya di Indonesia. 

Maka tak heran, dalam sebulan, dia bisa mendulang omzet Rp 200 juta bahkan lebih. Marjin yang diperoleh pun mencapai 50% lebih. Dengan begitu, balik modalnya tak sampai setahun.

Baca Juga: Terdampak wabah corona, separuh nasabah PNM jalani restrukturisasi pembiayaan



TERBARU
Terpopuler

[X]
×