kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jubelio mengail untung dari kendala yang ada di marketplace


Sabtu, 14 Maret 2020 / 09:45 WIB
Jubelio mengail untung dari kendala yang ada di marketplace

Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberadaan teknologi digital membuat banyak perusahaan termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkannya. Contoh, untuk memperluas pasar dengan situs marketplace.

Meski begitu, ada satu kelemahan di ranah marketplace, terutama bagi para pelapak. Yakni, kurang fasilitas pendataan pengelolaan penjualan, termasuk untuk mendata produk atau ingin menambah produk jualan di laman marketplace.

Kendala inilah yang menjadi celah pasar bagi PT Guardia Teknologi Indonesia. Perusahaan rintisan itu menelurkan platform bernama Jubelio. Ini adalah platform omni channel yang membantu pelaku usaha mengelola penjualan produk di dalam satu dasboard. "Jadi, Jubelio membantu pelaku usaha menjalankan bisnis secara efektif dan efisien," kata Andra Yusuf, Co-Founder Jubelio saat berkunjung ke redaksi KONTAN, Kamis (5/3).

Baca Juga: E-commerce wajib lapor data secara berkala, BPS siapkan aturannya

Tak cuma membantu untuk mengunggah satu persatu produk ke ragam marketplace, Jubelio juga punya beberapa fitur layanan lainnya. Fitur kedua adalah layanan akuntansi yang membantu pelaku usaha memuat semua informasi keuangan, mulai aset, modal, pengeluaran dan pemasukan secara perinci.

Baca Juga: Kemendag dorong ekspor lewat pengembangan UMKM lewat e-commerce

Fitur ketiga ialah layanan point of sales atau kasir online, Layanan ini bakal membantu pengguna mempercepat proses penjualan offline dan pengelolaan stok barang.
Sedang fitur yang terakhir adalah webstore alias toko online milik sendiri yang sudah terintegrasi dengan layanan dan sistem dari Jubelio. "Jadi, segmen bisnis Jubelio adalah business to business," ujar Andra.  

Dengan layanan yang Jubelio tawarkan, hasilnya tergolong positif. Sejak beroperasi 2018, saat ini startup lokal tersebut sudah bisa menggandeng 700 klien atau pengguna. Perinciannya, sekitar 60% berasal dari kalangan UMKM dan sisanya merupakan perusahaan besar, seperti Unilever, P&G, ID Marco, Mitra10.

Sementara sumber pendapatan startup ini berasal dari biaya langganan yang mereka kenakan ke klien. Mulai dari yang termurah Rp 799.000 per bulan, kemudian sebesar Rp 1,99 juta per bulan, dan yang termahal adalah Rp 2,49 juta per bulan. Semakin mahal biaya langganan, maka fitur dan layanan yang bisa pengguna pakai tentu semakin lengkap.

Untuk mengamankan cashflow, Jubelio mematok biaya langganan minimal enam bulan dan harus pengguna bayar di depan. "Supaya operasional lainnya juga aman," kata Andra.

Saat ini, Andra mengklaim, pertumbuhan bisnis Jubelio sangat positif. Malah, di akhir tahun lalu, pertumbuhan bisnis startup tersebut bisa mencapai tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dan, kinerja itu terjaga hingga Februari lalu.

Untuk itu, Jubelio pun bakal terus menambah layanan. Misalnya, dari marketplace yang sudah menjalin kemitraan makin bertambah banyak seiring bergabungnya JD.ID.
Dari sisi pendanaan, saat ini Jubelio tengah menjajaki kerjasama dengan investor yang punya visi sejalan. Harapannya adalah, jumlah mitra bisa bertambah menjadi 3.000 hingga 4.000 mitra di akhir tahun.             




TERBARU

Close [X]
×