kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jumbo peluang dari alpukat aligator (bagian 2)


Minggu, 11 Agustus 2019 / 11:25 WIB
Jumbo peluang dari alpukat aligator (bagian 2)
ILUSTRASI.

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alpukat aligator atau alpukat pir adalah tanaman asal Meksiko dan Amerika Tengah. Laiknya alpukat asal Amerika, tekstur daging buah ini padat, pulen dan lembut. Di Indonesia, bibit tanaman ini diperbanyak dengan cara sambung pucuk.

Timo Erado, pembibit alpukat asal Nganjuk Jawa Timur, menjelaskan, untuk memperbanyak bibit bisa dilakukan dua cara: dengan biji atau sambung pucuk. Dengan biji butuh waktu lama, memakai sambung pucuk bisa lebih cepat dan menguntungkan, yakni kurang lebih empat minggu sampai lima minggu.

Proses sambung pucuk diperoleh dari penyatuan batang alpukat jenis lain dan entres (pucuk tanaman usia muda) dari alpukat aligator. Pemilihan entres menjadi langkah awal berhasil atau tidaknya budidaya alpukat aligator. Entres yang dipilih harus memiliki kualitas baik. Yakni dari pohon yang telah berkali-kali berbuah dengan kualitas bagus. "Diameter entres tidak boleh lebih besar dari batang bawah," kata Timo kepada KONTAN.

Di proses inilah yang menjadi tantangan pembudidaya. Kebanyakan para pembudidaya kerap gagal. Tak jarang hasil sambungan tidak pas dan terlalu lembab. Ini bisa menyebabkan tanaman cepat layu.

Baca Juga: Masuki usia 40-an, perbanyak makanan ini untuk anti penuaan

Susilo Suhasto, pembibit asal Malang, Jawa Timur, menambahkan, selama proses pembibitan, bibit tanaman alpukat aligator tidak boleh banyak terkena sinar matahari langsung maupun air hujan. "Banyak kena matahari langsung tanaman bisa cepat kering. Kena air hujan bisa busuk lalu layu," ujarnya.

Setelah mencapai enam bulan sampai tujuh bulan, bibit tanaman alpukat aligator sudah bisa dipindahkan ke tanah lapang atau pot. Dan salah satu keunggulan tanaman alpukat adalah bisa ditanam di pot. Setelah dipindah tanam, perawatannya bakal lebih mudah dan tidak seintensif waktu pembibitan.

Baik Hasto maupun Timo sama-sama sepakat jika ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam perawatan alpukat aligator, yakni pemupukan, penyiraman, dan pemberian obat hama.

Timo berucap proses pemupukan harus dilakukan rutin, setiap dua minggu sekali, karena tanaman alpukat adalah tanaman buah yang butuh lebih banyak nutrisi dibanding tanaman bunga atau daun. Semakin ingin cepat berbuah, maka kadar nutrisi yang diberikan juga semakin banyak. Jika perlu diberi obat perangsang buah agar lebih cepat berbuah.

Baca Juga: Alpukat mentega miki tahan serangan ulat (1)

Untuk penyiraman cukup dua hari sekali. Kala kemarau bisa tiga kali sehari, tapi saat musim penghujan cukup satu kali saja. Yang harus diperhatikan, tanaman alpukat tidak bisa kekurangan air karena bisa kering atau kelebihan air lantaran bisa membuat tanaman cepat layu.

Pemberian obat hama atau pestisida juga penting untuk tanaman buah ini. Hasto menyarankan pemberian pestisida bisa rutin dilakukan dua minggu sekali. Apalagi Pohon alpukat aligator rentan terhadap serangan ulat dan lalat buah.

Tanaman bernama latin persea americana ini bisa berbuah empat tahun sejak penanaman awal. Dalam satu tahun, tanaman ini bisa dua kali panen. Untuk satu kali panen, satu pohon bis hasilkan 70 kg–100 kg alpukat aligator.

(Selesai)


Tag

Video Pilihan

TERBARU

×