kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kaya manfaat, budidaya alpukat hass makin memikat


Sabtu, 05 Mei 2018 / 11:05 WIB

Kaya manfaat, budidaya alpukat hass makin memikat

KONTAN.CO.ID - Seiring berkembangnya tren gaya hidup sehat di masyarakat Indonesia, buah alpukat semakin dicari sebagai pengganti karbohidrat. Buah alpukat diolah bersamaan dengan berbagai bumbu dan sayuran lain. Bahkan, tidak lagi hanya sebagai hidangan penutup, olahan alpukat kini bisa jadi menu utama.

Salah satu jenis buah alpukat yang belakangan ini ramai dicari untuk diolah menjadi menu utama adalah alpukat hass. Alpukat hass adalah jenis alpukat asal Amerika Latin. Namun sudah tiga tahun belakangan, buah ini bisa dibudidayakan di Indonesia.

“Setahun belakangan alpukat hass memang banyak permintaannya. Kalau order untuk buahnya kebanyakan dari rumah makan, restoran, hotel atau katering. Sekarang, bibitnya juga mulai banyak yang cari,” kata Muhamad Azril, pembudidaya alpukat hass asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Karena tingginya permintaan bibit alpukat, Azril mengaku kewalahan menerima permintaan. Tak jarang, stok bibitnya kosong karena keterbatasan tenaga kerja. Ia juga kerap menolak permintaan pelanggan, lantaran panjangnya antrian permintaan bibit.

“Sebulan itu, permintaannya bisa sampai 800 bibit, tapi saya hanya sanggup bikin setengahnya. Dan sering saya bikin kloter, saya batasi. Jadi kloter terakhir permintaannya belum terpenuhi, sudah ada lagi permintaan, terpaksa saya tolak,” ungkapnya.

Bibit alpukat hass milik Azril dijual mulai Rp 50.000 – Rp 75.000 per batang, tergantung ukurannya. Ia mulai menjual bibit alpukat hass ukuran 30 centimeter (cm). Tak hanya menjual bibit, pria berlogat medok kental ini juga menjual pohon alpukat hass yang dibanderol Rp 200.000 per pohon dan buah alpukat hass yang harganya Rp 100.000 per kilogram (kg).      

“Karena saya panen sendiri, harga buahnya lebih murah. Kalau di supermarket, harga buah alpukat hass ini bisa di kisaran Rp 125.000 – Rp 140.000 per kilo,” ujarnya. Pelanggan Azril kebanyakan datang dari sekitar Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.

Naiknya permintaan bibit alpukat hass juga diakui oleh Hendrarto Rudi, pembudidaya asal Metro, Lampung. Ia mengatakan, permintaan bibit alpukat hass makin meningkat tiap tahun. “Dari dua tahun lalu, permintaannya meningkat dua sampai tiga kali lipat,” katanya.

Ia menjual bibit alpukat hass berukuran 40 cm – 80 cm yang dibanderol mulai Rp 55.000 – Rp 80.000 per batang. Dalam sebulan, Rudi bisa menjual sekitar 300 – 400 bibit. Kebanyakan permintaan bibit tersebut berasal dari Medan, Lampung, Padang, Makassar, Jakarta, Bandung dan Surabaya.          


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.


Close [X]
×