Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Kedai kopi kian semerbak, bisnis petani dan pemasok kopi mewangi

Minggu, 29 Juli 2018 / 13:05 WIB

Kedai kopi kian semerbak, bisnis petani dan pemasok kopi mewangi



KONTAN.CO.ID - Maraknya bisnis kedai kopi jelas mendorong kebutuhan biji kopi. Permintaan biji kopi pun terus meningkat. Kondisi ini membuat sejumlah petani kopi sebagai ujung tombak pasokan kerap kewalahan dalam melayani permintaan pasar. Tak jarang para petani ini pun menolak sejumlah permintaan apabila pasokan biji kopi menipis.

“Permintaan biji kopi jelas makin banyak sejak setahun belakangan. Saya juga sering sampai nolak pesanan kalau pas stoknya habis. Apalagi musim panen kopi di Pasuruan hanya setahun sekali,” tutur Abdul Karim, Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada KONTAN saat ditemui di Festival Kopi Nusantara 2018, di Bentara Budaya, Jakarta, pekan lalu.  

Abdul mengatakan, dirinya bisa menjual sampai 2 ton biji kopi dalam sebulan. Harga yang dibanderol untuk satu kilogram (kg) biji kopi Pasuruan jenis robusta cukup beragam. Untuk biji kopi hijau (green bean) dibanderol Rp 80.000 per kg. Sedangkan biji kopi yang sudah disangrai (roasted) dan bubuk kopi Pasuruan dibanderol Rp 120.000 per kg.   

“Sebagian besar pelanggan saya datang dari Surabaya dan Malang, ada juga dari Jakarta. Kebanyakan mereka punya kafe atau kedai kopi. Tapi ada juga pelanggan yang jual lagi kopi Pasuruan dengan kemasan dan brand sendiri,” ujar Abdul.

Senada dengan Abdul, pemasok biji kopi asal Wamena dan pemilik Kedai Kopi Cartenz, Papua, Petrus Patabang mengakui, jika permintaan biji kopi terus meningkat. Dalam setahun terakhir, peningkatannya mencapai dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biji kopi wamena yang paling banyak diburu pelanggan adalah biji kopi yang sudah disangrai (roasted).

“Pelanggan macam-macam yang datang, paling banyak dari Jakarta dan Surabaya. Bahkan pelanggan kami yang di Surabaya itu ekspor kopi kami sampai ke Korea. Jadi kopi Wamena kami dikemas ulang dan diberi brand mereka sendiri,” kata Petrus.

Ia menjelaskan, jika kopi wamena hanya memiliki satu jenis, yakni arabika. Meski hanya memiliki jenis arabika, tak menyurutkan minat para pecinta kopi tanah air untuk terus memburu kopi wamena. Dalam sebulan, Petrus mengaku bisa menjual sampai 3 ton kopi, baik dalam bentuk biji maupun bubuk.    

Satu kilogram green bean Kopi Wamena dibanderol Rp 150.000, sedangkan biji kopi roasted dan bubuk kopi dibanderol Rp 300.000 per kg. Petrus mengatakan, dirinya akan memberikan harga khusus jika ada pembelian dalam jumlah besar.

“Sebaiknya konsumen pesan dulu, agar kami bisa hitung pasokan panen dan permintaannya. Jadi jelas agar bisa kebagian,” tutur Petrus. Ia mengungkapkan jika Kedai Kopi Cartenz menghimpun pasokan biji kopi dari dua kelompok petani kopi di sekitar Lembah Baliem, Wamena.                  


KOPI INDONESIA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0054 || diagnostic_api_kanan = 0.0644 || diagnostic_web = 0.4952

Close [X]
×