kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kemitraan wafel tak lagi legit


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 10:00 WIB

Kemitraan wafel tak lagi legit

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kudapan khas asal Amerika Serikat (AS) yakni wafel pernah menjadi cemilan primadona di Indonesia padaera 2000-an. Namun, seiring bermunculan dan berkembangnya jenis cemilan lainnya, wafel kini menunjukkan performa yang menurun.

Hal ini ditandai dengan adanya tawaran kemitraan dari kedai wafel yang tutup dan memangkas harga paket kemitraannya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya persaingan yang ketat dan munculnya cemilan unik kekinian yang menghiasi pasar kuliner.

Untuk mengetahui bagaimana perkembangan dari kemitraan wafel, KONTAN akan membahasnya lebih lanjut. Beberapa kemitraan tersebut antara lain Eggio Waffle, Egg Puff’s Waffle dan Waffelicious simak ulasannya berikut ini :

Eggio Waffle

Salah satu pemain kemitraan wafel Eggio Waffle yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Kemitraan ini masih menawarkan paket kemitraan yang kini berada di angka Rp 40 juta dari sebelumnya seharga Rp 50 juta.

Jemy Yapola, Pemilik Eggio Waffle mengatakan, sudah sejak satu tahun lalu dia menurunkan harga tawaran paket kemitraan tersebut, alasannya agar lebih banyak peminat yang ingin bergabung serta pengalaman sebelumnya yang pernah memilih tempat yang kurang strategis, sehingga tidak bisa balik modal.

Dengan paket kemitraan tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari booth, perlengkapan, dan peralatan, bahan baku awal dan training karyawan.
Dia mengklaim sampai saat ini mitranya berjumlah 20 diseluruh Indonesia. Jumlah ini sama dengan jumlah mitra kemitraan ini ketika KONTAN mengulasnya pada 2017 lalu.

Mitra itu tersebar di beberapa kota seperti Solo, Surabaya, Medan, Blitar, Lamongan, Ketapang dan lainnya. "Mitra aktif yang tercatat saat ini totalnya ada 20," kata Jemy saat dihubungi KONTAN.

Eggio Waffle menyediakan menu wajib wafel namun ada menu tambahan berupa es krim. Beberapa varian rasa yang tersedia antara lain red velvet, yam taro, vanilla butter, strawberry, pandan, mocca coffee, dan choco blackforedt. Adapun menu terbarunya yakni Waffle Boba Brown Sugar. Camilan wafel di gerai Eggio dapat dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 25.000 per porsi.

Meskipun belum menunjukkan pertambahan mitra di tahun ini, namun dia optimis bisa menargetkan pertambahan hingga 22 mitra hingga akhir tahun 2019 nanti. "Kami sedang tingkatkan promosi juga dan menghadirkan varian menu baru," tutupnya.

Eggpuff's Waffle

Pelaku bisnis di wafel lainnya adalah Eggpuff's Waffle milik Haris Pangayom yang berdiri pada tahun 2016 di Surabaya, Jawa Timur. Namun, sayangnya kemitraan usaha ini terpaksa beralih kepemilikan.

Haris memutuskan untuk menjual bisnisnya tersebut pada akhir 2017. "Sekitar 2017 saya udah jual bisnis Eggpuff's. Saat ini saya sudah beralih menggarap bisnis lainnya," kata Haris saat dihubungi KONTAN pada Rabu (2/10).

Alasannya menjual bisnis yang baru dijalankannya itu lantaran persaingan di bisnis kuliner yang sangat ketat dan membuat omzet usahanya terus menurun.
KONTAN pernah mengulas tawaran kemitraan ini pada Mei 2017 atau sebelum Haris menjual usahanya tersebut. Saat itu dia bilang sudah punya dua mitra usaha.
"Sekarang saya memutuskan untuk berbisnis di bidang jasa, yakni sanggar seni dan event organizer," jelas Haris.

Bisnis Haris saat ini masih terfokus dalam membuat event sendiri semacam kompetisi atau lomba-lomba. Namun jasa yang ditawarkan belum masuk ke penyedia untuk klien luar. "Kami juga untuk sektor entertainment seperti penyedia talenta buat tari-tarian dan musik pembukaan acara pameran atau pernikahan. Wilayah juga masih di Surabaya dan Sidoarjo," sambung Haris.

Eggpuff's Waffle dulu menawarkan paket investasi senilai Rp 25 juta. Dari nilai investasi tersebut, mitra mendapat fasilitas satu unit booth, satu unit mesin eggpuff's, bahan baku 150 porsi, enam macam topping dengan 12 rasa wafel, perlengkapan usaha dan pelatihan karyawan.

Kemitraan ini tidak memungut biaya royalti. Kerjasama kemitraan juga berlangsung seumur hidup selama mitra memasok bahan baku ke pusat. Eggpuff's Waffle menyediakan 11 varian menu, seperti pandan, cokelat, stroberi, blueberry, anggur, pisang, melon, blewah, kopi, green tea dan cappucino, Ada pun pilihan topping terdiri dari choco chips, oreo, raisin, rainbow chips, keju, dan froot loops.

Waffelicious

Pelaku usaha kemitraan wafel lainnya adalah dua bersaudara Adi Bagus dan Hendy Tanaka asal Solo, Jawa Tengah. Di bawah bendera CV Nirvana Setiabudi, mereka mendirikan Waffelicious sejak 2009 silam. Waktu awal berdiri, Waffelicious bernama Asia Waffle Utama, tapi mulai Oktober 2012, brand ini berubah nama jadi Waffelicious.

Ketika diulas KONTAN pada 2018 lalu, Waffelicious memiliki 165 gerai yang tersebar di seluruh indonesia. Adi mengatakan saat ini, jumlah gerainya bertambah menjadi 175 gerai. "Ada tambahan 10 mitra yang bergabung, lokasinya di Jakarta, Semarang, Kudus, Jember, Pati, Madiun dan Salatiga. Mudah-mudahan tahun ini bisa nambah lagi hingga total jadi 190 gerai," tuturnya.

Paket investasi yang ditawarkan belum mengalami perubahan. Masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni senilai Rp 30 juta. Dengan modal tersebut, mitra sudah mendapatkan fasilitas seperti perlengkapan dan peralatan, mesin wafel tiga unit, bahan baku dan paperbag, namun  investasi ini di luar biaya booth dan pelatihan.

Adi menjelaskan, mitra dapat segera balik modal dalam jangka waktu kurang lebih empat bulan saja. Ia memperkirakan target ini bisa dicapai asalkan dalam sehari, mitra dapat menjual 60 porsi wafel. Dengan jual harga rata-rata yakni Rp 15.000 per porsi, maka omzet per bulan mencapai Rp 27 juta. Jika sudah dikurangi dengan biaya operasional dan pengeluaran satu bulan, Adi memperkirakan, mitra bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar 30% dari total omzet per bulan.

Harga aneka menu wafel yang ditawarkan juga masih relatif sama. Adi mengatakan, harga Waffelicious masih dikisaran Rp 13.000 hingga Rp 30.000 per porsi.
Ada menu baru yang jadi andalan seperti varian rasa ovomaltine, fresh fruits, pandan waffle, selai buah dan lain sebagainya.

Waffelicious juga menambah menu varian wafel kombinasi dan es krim. Menu tersebut dinilai makin mewarnai cita rasa wafel. Ada beberapa kombinasi, seperti waffle nutella dengan saus strawberry, choco chips atau ice cream vanilla.

Ditanya soal kendala, Adi mengungkapkan, kendala terbesar saat ini masih terletak pada sumber daya manusia (SDM). Dia mengeluh kesulitan mencari SDM yang kompeten dan bisa diandalkan. "Kami harus mencari karyawan yang bagus, agar usahanya bisa berjalan lancar. Kalau ada kendala juga bisa segera ambil solusi," katanya.

Akhirnya, dia pun kerap melakukan pengawasan terhadap karyawannya. Adi mengatakan adanya pelatihan rutin ternyata sangat membantu agar mendorong karyawan agar lebih profesional dalam bekerja. "Sering-sering pelatihan, terutama buat calon karyawan. Ini membantu agar semakin paham dan lancar bekerja," tandasnya.       


Reporter: Elisabeth Adventa, Ratih Waseso, Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon



Close [X]
×