kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemperin bidik 20 IKM jadi start up


Rabu, 07 Februari 2018 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. Kemperin dongkrak status IKM jadi start up


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - jakarta. Kementerian Perindustrian (Kemperin) menargetkan bisa menelurkan 20 usaha rintisan atau start up yang berasal dari kalangan industri kecil dan menengah (IKM). Target tersebut dua kali lipat lebih banyak dari tahun lalu yang cuma berhasil mencetak sembilan start up dari IKM.

Menurut Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM Kemperin, keberadaan start up makin dibutuhkan kalangan IKM saat ini. "Terutama untuk menjual produk IKM dan menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2).

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemperin akan mengoptimalkan program edukasi IKM yang bernama e-Smart IKM untuk bisa memasarkan produk lewat marketplace. Program tersebut sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Gati mencatat, bila jumlah IKM yang beralih menjadi start up terus bertambah. Di tahun 2014 ada lima IKM yang jadi start up. Lantas pada 2015 jumlahnya bertambah ada delapan IKM ke start up. Puncaknya di tahun 2016, terdapat 11 IKM yang menjelma menjadi start up.

Adapun jumlah IKM sampai triwulan II 2017 ada 4,59 juta IKM. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×