kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kendaraan selalu perlu bengkel


Minggu, 25 Maret 2018 / 14:50 WIB
Kendaraan selalu perlu bengkel

Reporter: Annisa Heriyanti, Elisabeth Adventa, Jane Aprilyani, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Jumlah kendaran bermotor yang terus bertambah di Indonesia menjadi makanan empuk bagi pebisnis bengkel. Baik itu bengkel roda dua atau empat. Tak heran, layanan perawatan otomotif ini sudah tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari perkotaan hingga daerah rural.

Tak heran bila sejumlah pebisnis berani membuka tawaran kemitraan. KONTAN sendiri pernah mengulas tiga kemitraan perawatan otomotif lebih dari satu tahun lalu.

Kini, bisnis tiga bengkel perawatan dan pemeliharaan otomotif ini masih melaju. Malah, para pebisnis perawatan otomotif ini menikmati pertumbuhan bisnis serta penambahan jumlah mitra usaha. Untuk lebih jelasnya, berikut review singkat bengkel otomotif.

Murah Motor

Saat merintis CV Motor Murah di Semarang sejak 2005,  Taryono Putranto tadinya membuat konsep usaha berupa bengkel dan cuci sepeda motor serta suku cadang. sejak 2005 dengan konsep bengkel dan cuci motor serta penyedia sukucadang. Namun setelah menawarkan kemitraan sejak 2012, layanan pun bertambah yakni ada penjualan aksesori dan suku cadang  kendaraan roda empat.

Saat KONTAN mengulas tahun 2013, jumlah gerai yang beroperasi ada 370 unit dengan pembagian 115 gerai milik mitra dan selebihnya milik pusat. Kini, jumlah gerai  masih sama. "Ada yang baru ada juga yang tutup. Jadi jumlahnya masih sama  seperti sebelumnya," katanya kepada KONTAN, Kamis (22/2).

Namun soal tarif servis, bengkel ini mulai naik antara Rp 5.000 sampai Rp 250.000. Sebelumnya, bengkel ini memasang tarif Rp 2.000 sampai Rp 200.000, tergantung jenis servis. Perubahan ini dipengaruhi naiknya harga onderdil.

Untuk kemitraannya, Murah Motor menyediakan tiga paket mulai dari Rp 75 juta sampai Rp 150 juta. Dengan porsi keuntungan bersih sekitar 40% dari omzet per bulan, dalam waktu 1,5 tahun mitra sudah bisa balik modal.

Kendala utama di bisnis ini adalah soal  pengiriman sukucadang ke para mitra yang membutuhkan biaya tinggi. Sebagai solusi, kini para mitra yang lokasinya terlalu jauh dengan gerai pusat dapat mengambil barang langsung dari pemasok.

Ke depan, Taryono berharap dapat membuka pusat pelatihan untuk tenaga ahli alias mekanik. "Banyak mitra yang minta mekanik diberikan pelatihan," katanya.

Meski sudah lama eksis dibidang ini, dia terus melakukan promosi dengan menggunakan media digital. Manajemen pun menyarankan para mitra dapat memasang iklan berbayar pada akun media sosial untuk mengundang lebih banyak konsumen.  




TERBARU

×