kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kendaraan selalu perlu bengkel


Minggu, 25 Maret 2018 / 14:50 WIB
Kendaraan selalu perlu bengkel


Reporter: Annisa Heriyanti, Elisabeth Adventa, Jane Aprilyani, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Jumlah kendaran bermotor yang terus bertambah di Indonesia menjadi makanan empuk bagi pebisnis bengkel. Baik itu bengkel roda dua atau empat. Tak heran, layanan perawatan otomotif ini sudah tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari perkotaan hingga daerah rural.

Tak heran bila sejumlah pebisnis berani membuka tawaran kemitraan. KONTAN sendiri pernah mengulas tiga kemitraan perawatan otomotif lebih dari satu tahun lalu.

Kini, bisnis tiga bengkel perawatan dan pemeliharaan otomotif ini masih melaju. Malah, para pebisnis perawatan otomotif ini menikmati pertumbuhan bisnis serta penambahan jumlah mitra usaha. Untuk lebih jelasnya, berikut review singkat bengkel otomotif.

Murah Motor

Saat merintis CV Motor Murah di Semarang sejak 2005,  Taryono Putranto tadinya membuat konsep usaha berupa bengkel dan cuci sepeda motor serta suku cadang. sejak 2005 dengan konsep bengkel dan cuci motor serta penyedia sukucadang. Namun setelah menawarkan kemitraan sejak 2012, layanan pun bertambah yakni ada penjualan aksesori dan suku cadang  kendaraan roda empat.

Saat KONTAN mengulas tahun 2013, jumlah gerai yang beroperasi ada 370 unit dengan pembagian 115 gerai milik mitra dan selebihnya milik pusat. Kini, jumlah gerai  masih sama. "Ada yang baru ada juga yang tutup. Jadi jumlahnya masih sama  seperti sebelumnya," katanya kepada KONTAN, Kamis (22/2).

Namun soal tarif servis, bengkel ini mulai naik antara Rp 5.000 sampai Rp 250.000. Sebelumnya, bengkel ini memasang tarif Rp 2.000 sampai Rp 200.000, tergantung jenis servis. Perubahan ini dipengaruhi naiknya harga onderdil.

Untuk kemitraannya, Murah Motor menyediakan tiga paket mulai dari Rp 75 juta sampai Rp 150 juta. Dengan porsi keuntungan bersih sekitar 40% dari omzet per bulan, dalam waktu 1,5 tahun mitra sudah bisa balik modal.

Kendala utama di bisnis ini adalah soal  pengiriman sukucadang ke para mitra yang membutuhkan biaya tinggi. Sebagai solusi, kini para mitra yang lokasinya terlalu jauh dengan gerai pusat dapat mengambil barang langsung dari pemasok.

Ke depan, Taryono berharap dapat membuka pusat pelatihan untuk tenaga ahli alias mekanik. "Banyak mitra yang minta mekanik diberikan pelatihan," katanya.

Meski sudah lama eksis dibidang ini, dia terus melakukan promosi dengan menggunakan media digital. Manajemen pun menyarankan para mitra dapat memasang iklan berbayar pada akun media sosial untuk mengundang lebih banyak konsumen.  

Start Sonic Premium

Pelaku usaha lainnya adalah Yaska Wu asal Jakarta yang membesut Start Sonic Premium Auto Service sejak September 2015. Usaha tersebut merupakan lanjutan dari High Definition (HD) Car Care asal Amerika di Indonesia. Saat diulas KONTAN awal tahun 2016, bengkel ini memiliki lima gerai di Alam Sutera, Kalibata, Green Pramuka, Pluit dan Pantai Indah Kapuk.

Kini, jumlah gerai bertambah menjadi 14 gerai yang  tersebar di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. "Mulai pertengahan tahun 2017, kami memutuskan untuk merger dengan HD Car Care. Semua gerai Start Sonic berganti nama menjadi HD Car Care," jelas Yaska yang juga Direktur Operasional PT Aristoteli, induk HD Car Care.

Ia sengaja menggabungkan usaha karena melihat peluang usaha bisa terbuka lebih lebar jika menawarkan layanan yang beragam. Semisal ada layanan tambahan membersihkan kotoran, menghilangkan kerak jamur di mesin mobil dan membersihkan interior mobil secara detail.

Sebelumnya, Start Sonic  hanya melayani perbaikan dan salon mobil. Kalau mau membersihkan kerak mobil harus pindah ke HD Care. Kini, semua mitra sepakat untuk up grade peralatan dan fasilitas untuk menyesuaikan dengan konsep yang baru.

Keputusan ini tentu berpengaruh pada nilai paket investasi. Jika dulu paket investasi dibanderol Rp 75 juta, kini,  menjadi Rp 300 juta. Lantaran ada tambahan fasilitas dan perlengkapan. Meski nilai investasi bertambah, biaya untuk jasa perawatan dan servis mobil tetap sama, yakni mulai Rp 50.000 sampai Rp 5,5 juta.

Ia mengaku hingga kini belum menemui kendala dalam berbisnis bengkel mobil. Kalaupun ada, itu bersifat teknis ke layanan. Seperti mengetahui kerusakan di kendaraan dan biasanya langsung tertangani oleh teknisi.

Menurut Yaska, pihaknya sengaja menggabungkan layanan perawatan dan pemeliharaan mobil dalam satu bendera lantaran melihat tren pertumbuhan bengkel mobil, khususnya jasa perbaikan mobil semakin terbatas. Ini terjadi lantaran semakin banyak agen pemegang merek (APM) yang memberikan garansi panjang kepada para konsumen. Terutama untuk pembelian mobil baru.

Nah, konsumen cenderung menunggu waktu garansi habis terlebih dahulu sebelum bertandang ke bengkel non APM seperti HD Car Care. "Meski begitu, di beberapa gerai masih ada layanan perbaikan mobil, meski sudah bukan yang utama lagi," katanya lebih lanjut.  

Pinky Guard

Ini adalah perawatan mobil untuk layanan pelindung cat, anti karat dan pembuatan peredam suara. Saat KONTAN ulas, satu tahun lalu, bengkel Pinky Guard ada 45 gerai yang tersebar di 40 kota.  Kini jumlahnya sudah 70 gerai.

Malah, Andi Defi, pemilik bengkel Pinky Guard, menargetkan menambah gerai lebih banyak lagi. Terutama di Sulawesi dan Kalimantan. "Saat ini prosesnya sudah 50%, dan tinggal sisanya," katanya tanpa merinci jumlah tambahan gerai bengkel tersebut.

Nilai investasi dari program kemitraan bengkel ini belum berubah yakni Rp 125 juta dengan fasilitas peralatan dan perlengkapan untuk perawatan mobil. Salah satunya mendapat 100 produk anti karat.
Sayang, Andi tidak merinci proyeksi pendapatan dari bisnis ini. Namun ia menjanjikan bahwa mitra bisa balik modal  hingga 1,5 tahun saja.

Ia sendiri optimistis bisnis tersebut masih tetap laku di pasaran. Maklum, di pasaran masih banyak mobil anyar dan gres yang bertebaran. Inilah yang menjadi pasar utama dari Pinky Guard. Biasanya, konsumen yang memiliki mobil anyar doyan memoles kendaraannya supaya lebih terlihat kinclong dari biasanya. Termasuk juga pesanan terhadap produk anti karat.

Apalagi hingga kini harga layanan yang dipatok Pinky Guard belum berubah. Andi sendiri terlihat hati-hati dalam mengerek harga jual layanan. Siapa tahu, pas harga naik justru membuat jumlah pelanggan berkurang. Makanya, ia hingga kini masih belum akan mengerek harga layanan bengkel tersebut.

Supaya tetap bersaing dengan pebisnis bengkel sejenis, ia menambahkan produk layanan, yakni nano ceramic. Ini adalah pelapis cat mobil yang bisa membuat warna mobil tahan lama.

Lantaran menyediakan ragam layanan, tentu Andi berharap bisa mendapatkan karyawan yang handal. Baik itu di bidang operasional bengkel perawatan hingga pemasaran. Nah, disinilah kendalanya di  bisnis ini.

Memang untuk mencari karyawan yang sesuai harapan, susah-susah gampang. Terkadang bisa cepat memperoleh karyawan tapi juga terkadang sulit. Apalagi bila si karyawan itu mau menuruti aturan main yang sudah ia tentukan. Tak heran bila keluar masuk kerap terjadi di bengkel tersebut. Untuk mengatasinya, ia membentuk tim khusus rekrutmen.

Ia juga membuat beberapa bagian tim kerja. Seperti bagian digital, pemasaran dan lainnya. Tujuannya supaya bisnis ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Sedangkan di layanan pelanggan, Pinky Guard sudah mulai jemput bola. Seperti menghampiri konsumen serta mengantarkan mobil ke para konsumen. Ini cara mengatasi persaingan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×