Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Kini, mengupas mangga bisa semudah mengupas pisang

Sabtu, 09 Juni 2018 / 15:05 WIB

Kini, mengupas mangga bisa semudah mengupas pisang



Mangga pisang cepat berbuah dan tahan terhadap hama

Bagi masyarakat Indonesia, membudidayakan mangga memang tergolong mudah. Dukungan iklim tropis dan tanah yang subur membuat pohon mangga dengan bermacam varietas bisa tumbuh. Sama seperti kebanyakan mangga, perawatan varietas mangga agri gardina 45 atau mangga pisang juga sederhana.

Henof, penjual bibit aneka mangga asal Batu, Jawa Timur mengatakan perawatan mangga pissang tidak rumit. Hanya, harus dipastikan kondisi tanah subur dan bersih dari tanaman liar.

“Sebelum masuk musim hujan tanahnya dibersihkan dari rumput liar, dibuat lingkaran, dan diberi pupuk organik dari kotoran sapi. Setelah masuk musim penghujan, diberi pupuk ZA satu kilogram per pohon. Pemupukan itu dilakukan terus selama satu bulan,” jelasnya.

Billyardi Ramadhan, penjual aneka bibit tanaman buah asal Sukabumi, Jawa Barat juga mengatakan jika perawatan mangga pisang cukup dipupuk dan disiram secara teratur. Saat kemarau,  penyiramannya bisa dua kali sehari. Begitu masuk musim hujan bisa tiga hari sekali atau seminggu sekali, tergantung intensitas hujannya. "Intinya, pohon mangga ini tidak boleh terlalu banyak air karena nanti bisa busuk buah dan batangnya," terang Billy.

Sedangkan untuk pembibitan, baik Henof maupun Billy lebih banyak memakai tunas dari biji. Namun, mereka juga berencana memperbanyak bibit dengan sistem cangkok. Cangkok dinilai lebih cepat dibandingkan cara pembibitan dari tunas biji. "Rencananya saya mau ambil empat bibit untuk dibesarkan sendiri. Jadi nanti lebih mudah kalau mau mencangkok," kata Billy.

Mangga pisang merupakan hasil persilangan antara mangga saigon dengan arum manis. Saigon digunakan karena warna buahnya merah dan arum manis untuk menghasilkan rasa yang kuat. Hasilnya, mangga pisang memiliki penampilan yang menarik dengan bentuk lebih kecil dan warna merah kekuningan.

Henof mengatakan, keunggulan tanaman mangga pisang juga terdapat pada masa panennya. Biasanya, pohon mangga baru akan dipanen pada umur 6 tahun. Sedangkan, mangga pisang hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 tahun untuk dapat berbuah. "Ukuran buah mangga pisang lebih kecil dibanding mangga pada umunya, tapi rasanya lebih manis dan daging buahnya pulen," ujar Henof.

Tak hanya menguntungkan dalam segi biaya, tapi juga produktivitasnya. Jika varietas pohon mangga pada umumnya membutuhkan jarak antar tanaman sekitar 10x10 meter. Pohon mangga pisang hanya butuh jarak antar pohon sekitar 2,5 meterx2,5 meter. Jadi dalam lahan satu hektare (ha), bisa ditanami sekitar 1.500 pohon.

Pohon mangga ini juga jarang terserang hama. Hanya saat tertentu, seperti musim hujan, lalat buah kerap menghampiri. "Hamanya paling hewan pemakan buah, seperti lalat buah, codot, atau kelelawar. Jadi harus benar-benar dijaga jika sudah berbuah," ujar Henof.


BUDIDAYA TANAMAN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0673 || diagnostic_web = 0.3866

Close [X]
×