kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Kipas-kipas peluang gerai sate


Minggu, 26 Agustus 2018 / 10:05 WIB
Kipas-kipas peluang gerai sate

Reporter: Elisabeth Adventa, Puspita Saraswati, Sugeng Adji Soenarso, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

Harus bisa menciptakan keunikan sendiri

Konsultan usaha Erwin Halim menyebut bila bisnis kemitraan sate memerlukan sentuhan tersendiri untuk menjadikan brand kemitraan ini tetap dilirik konsumen, ditengah makin maraknya usaha kuliner.

Makanya, bila ada pebisnis yang rada mengerem ekspansi tambahan gerai ada benarnya. Ia menyarankan supaya para pemilik gerai sate untuk memperkuat citra dari usaha sate tersebut.

Semisal ada kemitraan yang berani menawarkan kemitraan hingga Rp 175 juta, tapi tetap dilirik mitra. Rupanya, gerai sate tersebut punya keunikan tersendiri  yang tidak dimiliki pemain lainnya. "Kalau ada keunikan yang ditawarkan, brand tersebut bakal semakin kuat," katanya kepada KONTAN, Kamis.

Bagi para calon mitra bisnis, sejatinya dalam memulai bisnis makanan ini tidaklah terlalu sulit. Lantaran penghalang keberlanjutan dari bisnis ini tergolong rendah. Lagi-lagi karena ditopang oleh makanan bakar ini yang sudah terkenal.

Tinggal bagaimana upaya dari para pebisnis membangun merek dari menu makanan sate tersebut. Tentu dengan menghadirkan produk yang berkualitas, ada keunikan dengan yang lainnya, dan memberi pelayanan yang prima kepada konsumen.  "Keunikan itu perlu diperhatikan karena memiliki nilai tambah bagi bisnis," tandasnya.

Bila hal tersebut bisa dijalankan oleh para pebisnis, maka merek atau brand yang diusung dari si pebisnis bakal semakin kuat dan punya basis konsumen. Alhasil, para pebisnis dalam menawarkan kemitraan usaha ke para mitra tidak mengalami kesulitan karena sudah punya pasar.       



TERBARU

[X]
×