kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kisah Andri Firmansyah, dari ekspor ikan hingga sukses berbisnis batik


Sabtu, 24 Agustus 2019 / 06:30 WIB

Kisah Andri Firmansyah, dari ekspor ikan hingga sukses berbisnis batik


KONTAN.CO.ID - Tren belanja online, melahirkan banyak pebisnis online dengan omzet ratusan juta. Salah satunya adalah Andri Firmansyah, pedagang batik Tusta.

Sebenarnya, Tusta bukan merek baru, bahkan tidak didirikan oleh Andri. Dua tahun lalu, pria kelahiran Surabaya tahun 1983 ini diajak menggarap lagi Tusta yang sudah lima tahun mati suri.

Andri mengiyakan ajakan itu, karena sejak 2012, ia bersama isterinya punya pengalaman berbisnis baju. Bisnis baju muslimah berlabel AMH ini cukup sukses, sampai mereka berhasil membuka empat toko di Surabaya.

Sebelum mati suri, menurut Andri, batik Tusta membidik segmen pasar menengah ke bawah. "Teman saya itu tahu keahlian saya di penjualan online, karena selama setahun terakhir ia berkonsultasi dengan saya untuk tesisnya bertema penjualan online," kata Andri.

Andri melihat prospek batik Tusta lebih bagus ketimbang busana muslim. Akhirnya, ia menutup AMH dan serius menggarap bisnis batik. "Penjualan AMH sudah stagnan," ujarnya.

Andri berkisah bahwa ia harus berburu bahan batik ke Pekalongan, untuk mengganti pakem dan model baju keluaran batik Tusta. Andri memutuskan untuk mengubah segmentasi pasar Tusta, ke kalangan pekerja dan profesional.

Tak lupa, tampilan Instagram untuk etalase batik Tusta pun diubah, seperti juga desain pakaian formal yang mereka tawarkan. Banderol baju Tusta ditetapkan Rp 150.000 sampai Rp 300.000 per buah.

Andri memanfaatkan semua fitur pemasaran online dan menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk branding serta marketing online. Ia rela membayar biaya endorse para influencer.

"Kalau orang yang baru mulai berbisnis, mungkin merasa sayang bayar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta sekali iklan. Saya enggak kayak gitu," jelas lulusan Universitas Airlangga jurusan Manajemen ini.

Strategi Andri rupanya cukup ampuh. Jika tadinya dalam sehari ia melayani satu dua pesanan, kini harus mengirimkan puluhan paket sehari. Tahun ini, pertumbuhan bisnis Tusta luarbiasa. "Bagi saya, Batik Tusta adalah titik balik," ujar dia.

Kendati usianya baru 36 tahun, Andri sudah mengalami jatuh bangun berbisnis sendiri. Mental tahan banting ini diperoleh dari orangtuanya yang merupakan pebisnis hotel.

Suatu kali, Andri menuturkan, ia menyaksikan orangtuanya menjual mobil untuk menutup kerugian usahanya. Orangtuanya menjelaskan, bahwa punya usaha tidak berarti akan untung terus, usaha juga kadang merugi hingga pemiliknya mesti merelakan aset. Pelajaran ini senantiasa melekat di benak Andri.

Tahun 2005, saat duduk di bangku semester akhir kuliah, seorang pengusaha di Lamongan mengajaknya berbisnis ekspor ikan. Andri yang memiliki bekal ilmu dan keahlian mengekspor ikan karena pernah magang di perusahaan kargo, memutuskan menyambut kongsi ini, alih-alih meneruskan bisnis hotel keluarga.

Berbekal modal Rp 70 juta dari orangtuanya untuk membeli mobil boks, serta ratusan juta dari mitra untuk modal membeli ikan, bisnis pertama Andri pun berjalan.

Rupanya ekspor ikan ke Singapura dan Malaysia ini bukanlah hal yang mudah. Selama lima kali pengiriman awal, Andri mengalami kerugian. Di tahun kedua, bisnis ekspor ikannya ini malah stagnan dan sulit untuk berkembang.

Makanya, Andri memutuskan untuk melepas usaha ini dan beralih ke bisnis pulsa elektronik. Dari bisnis pulsa elektronik ini, Andri mampu meraup omzet miliaran rupiah per bulan. Tahun 2010, dia memiliki empat cabang di empat kota dan puluhan karyawan.

Namun, tahun 2012 ada kebijakan dari operator seluler yang membatasi distribusi pulsa elektronik. Sejak saat itulah omzet bisnis Andri terus merosot, bahkan, turun hingga 50% sejak tahun 2013. Hingga pada tahun 2014, dirinya memutuskan menutup usaha ini.


Reporter: Merlinda Riska
Editor: S.S. Kurniawan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0006 || diagnostic_web = 0.1558

Close [X]
×