kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.859
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS612.058 0,33%

Kisah Denon Prawiraatmadja bangun bisnis jasa penerbangan lewat PT Whitesky Aviation

Sabtu, 28 Juli 2018 / 17:55 WIB

Kisah Denon Prawiraatmadja bangun bisnis jasa penerbangan lewat PT Whitesky Aviation
ILUSTRASI. CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - PASAR penerbangan yang berkembang pesat di tanah air, bukan hanya maskapai berjadwal yang menikmati. Tapi juga perusahaan penerbangan tidak berjadwal, yakni jasa penyewaan (charter) pesawat dan helikopter. Misalnya, PT Whitesky Aviation.

Belakangan, Whitesky Aviation semakin dikenal publik lantaran menawarkan helicity. Yaitu, transportasi umum atawa taksi udara berbasis helikopter yang ditujukan sebagai kendaraan alternatif di perkotaan.

Adalah Denon Berriklinsky Prawiraatmadja yang ada di balik bisnis Whitesky Aviation. Siapa sangka, Denon bukanlah orang yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan penerbangan.

Lantaran melihat peluang besar dalam bisnis penyewaan pesawat pribadi dan helikopter, Denon pun memberanikan diri masuk ke bisnis penerbangan tak berjadwal tersebut.

Sebelumnya, Denon tidak pernah membayangkan akan menjadi pemilik sekaligus pemimpin sebuah perusahaan penerbangan. Maklum, dia lulusan Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti tahun 1998. "Tapi, saya memutuskan keluar dari dunia arsitektur dan masuk bisnis," ujarnya kepada KONTAN beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Denon pernah bekerja di bidang arsitektur tapi tidak lama. Soalnya, dia merasa kecewa dengan dunia arsitektur di Indonesia yang tak sesuai dengan harapannya.

Menurutnya, saat berkerja di bidang arsitektur, sektor ini lebih mengedepankan sisi ekonomis ketimbang desain. Namun, dia tak menyalahkan dan memaklumi kondisi itu. Sisi ekonomis juga penting dalam sebuah bangunan yang akan dibangun.

Karena merasa tak lagi sejalan dengan filosofi yang dia anut, Denon pun memutuskan untuk keluar dari dunia arsitektur lalu masuk ke bisnis digital pada 2000. Seiring waktu berjalan, dia melihat potensi bisnis yang cukup menjanjikan saat banyak temannya sukses dalam usaha pertambangan batubara.

Teman-temannya membutuhkan pesawat dan helikopter untuk transportasi mereka. "Saya melihat kebutuhan untuk helikopter ini ada, namun memang belum tergambar dengan baik. Hal ini yang coba diambil," katanya.

Keinginan masuk bisnis penerbangan semakin kuat. Lantaran tak punya kompetensi dalam bisnis ini, Denon pun mulai belajar manajemen penerbangan. Dan ternyata, berbisnis penyewaan helikopter membutuhkan pengetahuan ekstra.

Karena itu, ia terbang ke Amerika untuk menimba ilmu penyewaan capung besi. Denon sampai menghabiskan waktu tiga tahun di negeri uak Sam untuk belajar helicopter management.

Sambil belajar, Denon pun memberanikan diri untuk mengakuisisi PT Kura-Kura Aviation pada 2010. Ketika itu, perusahaan penerbangan hanya memiliki tiga pesawat fixed wings. "Akuisisi ini untuk mendukung bisnis pertambangan yang menjadi mitra saya," kata dia.

Langkah awal Denon pasca mengakuisisi Kura-Kura Aviation adalah mengganti nama perusahaan menjadi Whitesky Aviation. Pasalnya, lini bisnis perusahaan ini tak sekadar melayani perjalanan wisata ke Kura-Kura Island, juga tempat lainnya.

Saat diakuisisi, perusahaan ini hanya memiliki sekitar 30 karyawan. Denon merekrut pekerja dari berbagai latar belakang. Kini, delapan tahun setelah diakuisisi dan dikembangkan, Whitesky Aviation punya 120 karyawan, lima pesawat fixes wings, lima helikopter.

Pelayanan yang diberikannya pun berkembang. Yakni, jasa penyewaan jet dan helikopter pribadi untuk berbagai kebutuhan, seperti bisnis dan kondisi darurat.

Dia menyebutkan, kiat suksesnya berbisnis penyewaan pesawat dan helikopter, selain pemainnya yang belum banyak dan kebutuhannya selalu ada, juga karena mampu menerapkan helicopter management sebagai teori yang ia praktikkan dengan baik.

Dalam helicopter management, Denon menjelaskan, yang dikedepankan adalah sistem pengawasan yang baik dan harus selalu tercatat. Maklum, bisnis ini termasuk salah satu bisnis teknologi dengan risiko tinggi.

Keselamatan memang menjadi hal yang paling penting dalam dunia penerbangan, tak terkecuali bagi jasa penyewaan pesawat dan helikopter. "Apapun aktivitas manajemen yang kami lakukan, yang dilihat harus dari sisi keselamatannya," ungkap Denon.


Reporter: RR Putri Werdiningsih
Editor: Yudho Winarto

BISNIS TRANSPORTASI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0658 || diagnostic_web = 0.2974

Close [X]
×