kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kisah Indah Trisnawati menjadi pebisnis anggrek di Lombok (bagian 1)


Sabtu, 19 Oktober 2019 / 09:35 WIB
Kisah Indah Trisnawati menjadi pebisnis anggrek di Lombok (bagian 1)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - MATARAM. Peluang bisnis tanaman hias yang satu ini memang masih cukup besar. Meskipun cara perawatannya tidak gampang agar tetap menghasilkan bunga menawan.

Salah satu pelaku usaha yang menggeluti bisnis tanaman hias satu ini adalah Indah Trisnawati. Ia mendirikan Lombok Orchid pada 2010. Indah menceritakan, sembilan tahun lalu, di Lombok belum banyak orang yang menggarap bisnis tanaman anggrek. Melihat peluang ini ia memberanikan diri untuk memulai bisnis.

"Awalnya saya jadi reseller, ambil anggrek dari supplier, lalu saya jual lagi di sini. Waktu awal berbisnis benar-benar enggak punya pengalaman merawat dan membudidayakan anggrek katanya saat ditemui KONTAN di showroom Lombok Orchid yang terletak di Jl. Dakota Rembiga, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Indah memasok aneka jenis anggrek dari Bandung, Jakarta, dan Denpasar. Saat itu, pengiriman anggrek menggunakan kargo pesawat. "Ongkos kirimnya mahal, kalau sampai sekarang masih reseller, bisa berat di ongkos kirim," ujarnya.

Indah memulai usaha anggrek di sebuah lapak sederhana di pinggiran jalan. Tak jarang ia harus berhadapan dengan petugas ketertiban, sehingga toko Lombok Orchid beberapa kali pindah.

"Kami kan pendatang, jadi belum tahu tempat mana yang tepat dan bisa dipakai buat jualan anggrek. Setelah beberapa kali pindah tempat, akhirnya punya tempat di Rembiga sejak 2015," tutur wanita asal Sragen, Jawa Tengah ini.

Lombok Orchid menjual sedikitnya 5 varietas anggrek jenis hybrid, yaitu anggrek bulan, dendrobium, vanda, cattleya, dan oncidium. Harga dibanderol beragam, tergantung ukuran, fase, dan varietas anggrek. Untuk fase bibit dibanderol Rp 10.000 per pot, anggrek fase remaja mulai Rp 35.0000 per pot dan fase bunga dibanderol mulai Rp 75.000 per pot.

“Yang paling mahal Rp 300.000-an, itu varietas yang dari biji sampai bunga butuh waktu cukup lama, sekitar 7 tahun," jelas Indah.

Selain jualan Anggrek, Lombok Orchid juga menyewakan anggrek untuk hotel dan restoran. Biaya sewanya Rp 125.000 – Rp 150.000 per bulan.  Pasarnya tidak hanya Mataram dan Lombok tapi sampai Bima dan Sumbawa.

"Ada beberapa yang kami sewakan juga, karena kalau pihak hotel kan enggak mungkin stafnya disuruh merawat anggrek, alternatifnya ya menyewa. Jadi biasanya kalau pas disewa ada bunganya, lalu kalau bunganya sudah gugur, dikembalikan ke saya buat ditumbuhkan lagi bunganya. Kepemilikan tetap punya saya," tandas Indah.

Bisnis anggrek sekilas nampak sederhana, namun siapa sangka jika dari Lombok Orchid, Indah bisa mengantongi omzet ratusan juta saban bulannya.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×