kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kisah Laely Farida merintis penginapan di kaki gunung Rinjani (bagian 3)


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 09:25 WIB
Kisah Laely Farida merintis penginapan di kaki gunung Rinjani (bagian 3)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - RINJANI. Usaha penyewaan penginapan Rinjani Garden yang dirintis oleh Laely Farida mulai bangkit Pasca gempa yang melanda Lombok pada Juli 2018 lalu. Kebangkitan usaha ini seiring dengan mulainya aktivitas masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), dan berangsur aktivitas pendakian kembali normal di wilayah Gunung Rinjani, NTB.

Laely Farida, owner Rinjani Garden, kembali menata usahanya. Mulai awal tahun 2019, ia menata kembali puing-puing mimpinya melalui Rinjani Garden. Kerusakan-kerusakan di sekitar lokasi usaha akibat gempa mulai ia perbaiki.

"Ibaratnya, saya mulai lagi dari awal, tapi enggak apa-apa, memang harus kami hadapi. Saya mulai menata kembali manajemen dan konsep Rinjani Garden. Saya mulai menerapkan manajemen yang melek digital," ungkapnya saat ditemui KONTAN di Rinjani Garden beberapa waktu lalu.

Sejak Agustus 2019, perempuan 51 tahun ini menjadi lebih aktif mengelola akun Google Bisnisku (Google My Bisnis) Rinjani Garden. Ia juga aktif mengikuti kelas-kelas seputar pelatihan bisnis dan pengelolaan manajemen penginapan yang diadakan oleh Gapura Digital dan Women Will. Dari komunitas itulah, Laely belajar banyak hal seputar marketing digital.

"Begitu gabung kelas, saya lebih bisa memaksimalkan fitur foto. Lalu kalau ada tamu yang menginap di sini, saya minta mereka untuk memberikan review mengenai fasilitas dan pengalaman mereka menginap di Rinjani Garden juga," ujarnya.

Fitur review di Google Bisnisku berguna untuk meningkatkan kunjungan ke profil bisnisnya. Hal tersebut bisa jadi pilihan tamu untuk datang menginap. Calon pelanggan juga bisa membaca pengalaman dari pelanggan lain sebelum memutuskan memilih penginapan.

"Mungkin kalau orang bisa sukses dengan kerja keras, saya tidak termasuk orang sukses itu. Lha wong saya kerjanya foto-foto dan main handphone. Marketing digital itu nyawa buat Rinjani Garden," ungkap Laely sambil terkekeh.

Seiring dengan kondisi Lombok yang makin baik, Laely pun telah menyiapkan sejumlah rencana untuk Rinjani Garden. Dalam waktu dekat, Rinjani Garden akan mendirikan kafe sederhana dengan latarbelakang pemandangan Gunung Rinjani. "Ini lagi kami bangun, kafe kecil-kecilan saja, biar pengunjung bisa ngobrol sambil minum kopi atau teh sore-sore, biar lebih santai," katanya.

Di samping itu, lulusan sastra Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga tengah menyiapkan pembangunan beberapa kamar baru. Tujuannya agar kapasitas penginapan makin bertambah sehingga pengunjungnya tak hanya terbatas dari kalangan pendaki Rinjani.

"Ke depan harapannya sih yang menginap di sini enggak hanya pendaki. Bisa dipakai untuk orang yang ingin wisata biasa, bisa juga untuk famili. Jadi pasarnya lebih luas," tandas Laely.

Dengan menambah kapasitas kamar, berarti Laely juga harus menyiapkan pasokan air lebih banyak. Karena itu ia juga menambah tandon penampungan air agar tamu tidak perlu khawatir kehabisan air.       

(Selesai)




TERBARU

Close [X]
×