kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kisah Marissa Haryati bergelut di usaha produk miniatur lokal (1)


Sabtu, 18 Januari 2020 / 11:45 WIB
Kisah Marissa Haryati bergelut di usaha produk miniatur lokal (1)

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku bisnis kreatif skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) cukup banyak bertebaran dimana-mana. Beberapa dari mereka sukses mengantongi pendapatan yang lumayan besar, yakni hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Salah satu pelaku bisnis itu adalah Marissa Haryati, pemilik Minie Craft yang dijalaninya sejak tahun 2013 silam. Marissa memulai bisnis dari hobi yang digelutinya yaitu mengoleksi atau mengumpulkan miniatur ala Jepang dan Thailand. Karena hobi tersebut, ia pun berpikir untuk membuat miniatur dari produk dari Indonesia sendiri. 
 
Sejak saat itu, ia pun mulai riset dan coba membuat pajangan yang mudah dibentuk seperti magnet atau tempelan kulkas. Ia bersama sang suami pun berkali-kali belajar untuk membuat produk tersebut hingga akhirnya mereka coba menjual atau memasarkan produknya ke kerabat dekatnya. 
 
"Saya bersama suami waktu mau mulai bisnis ini kemudian kami mencoba membuat dengan apa yang ada dan memasarkan ke kerabat dekat. Setelah itu, kami ikut pameran juga, ternyata respon nya sangat bagus dan setelah itu kami memberanikan diri untuk membuka di mal," jelasnya. 
 
Marissa juga butuh waktu yang tidak sebentar untuk belajar membuat produk tersebut. Berpikir bahwa bisnis di bidang kreativitas ini tak akan pernah mati, maka ia pun langsung bertindak tanpa menunda lagi. Adapun modal awal yang dikeluarkannya ketika itu hanya Rp 5 juta untuk membeli bahan baku. "Saya pertama kali buat magnet kulkas gambar indomie, susu dan ciki, masih buat ala kadarnya aja dulu," tuturnya. 
 
Magnet kulkas yang di produksi ini diproduksi melalui art printing dan laminasi. Ia membuat aneka model dan pilihan gambar tempelan kulkas yang meliputi gambar makanan, peralatan mandi, minuman, botol dan kemasan berbagai produk populer di Indonesia seperti mi instan dan susu dalam kemasan kotak. 
"Saya rasa memang potensi nya masih besar untuk di bidang kreasi ini ya, apalagi sekarang penjualan bisa lewat online atau marketplace tentunya akan meningkatkan penjualan," ungkap dia.
 
Karena menerima respon yang positif dari para pembeli bahkan ternyata di luar ekspektasinya, maka ia pun memutuskan langsung membuka toko konvensional yang berlokasi di mal Paris Van Java, Bandung. "Waktu buka offline nya juga ramai pembeli yang datang berbondong-bondong," kisahnya. 
 
Hingga saat ini, bisnis yang dijalaninya semakin berkembang pesat, bahkan toko konvensionalnya juga sudah buka cabang ke berbagai lokasi seperti di 23 Paskal, Cihampelas Walk di Bandung serta di luar Bandung, yakni di The Park dan Paragon Mal di Solo Jawa Tengah.  
 
(Bersambung)   




TERBARU

Close [X]
×