kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kisah Rosie Pakpahan menjadi jutawan berkat tahu isi pedas (1)


Minggu, 26 Januari 2020 / 21:22 WIB
Kisah Rosie Pakpahan menjadi jutawan berkat tahu isi pedas (1)
Owner Tahu Jeletot Taisi, Rosie Pakpahan. KONTAN/Ratih Waseso Aji.

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Camilan berasal dari olahan tahu masih menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun. Pasar yang besar ini membuat para pelaku bisnis olahan tahu memperoleh berkah besar dari bisnisnya tersebut. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menjadi jutawan berkat usaha mereka mengolah tahu.

Salah satunya adalah Rosie Pakpahan, pemilik Tahu Jeletot Taisi. Bagi yang belum mengenal makanan ini, tahu jeletot adalah camilan tahu isi sayuran yang memiliki citarasa asin gurih serta pedas. Nah, siapa sangka bila popularitas tahu olahan ini sedikit banyak juga merupakan andil dari Rosie lewat perjuangannya membesarkan usahanya ini.
 
Rosie mengisahkan, inspirasi bisnis ini karena melihat penjual gorengan yang laris manis. Karena penasaran, Rosie langsung membeli gorengan tersebut. Sesampainya di rumah, ia mencoba memodifikasi gorengan tahu yang ia beli. 
 
Butuh waktu lama baginya guna ciptakan resep Tahu Jeletot Taisi yang sesuai selera pasar. "Awal coba masih keasinan, kepedasan, tepung kurang kriuk. Saya tiap hari bawa hasil uji coba tahu buat dicoba ibu-ibu di sekolah anak saya," cerita Rosie kepada KONTAN beberapa waktu lalu.
 
Usai dapatkan formula Tahu Jeletot Taisi yang pas, Rosie mantap mulai menjajakan produknya ini. Tepat pada  29 Februari 2012 ,ia mulai berbisnis tahu dengan bermodal gerobak dan bahan baku yang pas-pasan.
 
Awalnya, Rosie memproduksi sekitar tiga hingga lima papan tahu sehari. Satu papan berisi sekitar 48 tahu. Siapa sangka, kini Rosie sudah produksi minimal 15.000 Tahu Jeletot Taisi untuk mitranya di Jabodetabek.
 
Enam bulan pertama usahanya, Rosie sudah dapat mengembangkan Tahu Jeletot dengan memiliki enam gerai. Lambat laun banyak yang tertarik dan menanyakan kemitraan Tahu Jeletot Taisi. Tak tanggung kini Rosie sudah memiliki 457 mitra Tahu Jeletot Taisi.
 
Ia mengklaim perkembangan dari Tahu Jeletot Taisi sangat bagus, karena mempunyai berbagai macam varian isi, tahunya pun khusus dan tidak dijual di pasaran dengan ukuran yang lumayan besar. "Kami juga sudah memiliki legalitas lengkap, kemasannya pun sudah food grade," jelas Rosie.
 
Dahulu hanya Rosie dan suaminya yang mengurus segala keperluan produksi dan pemasaran Tahu Jeletot Taisi. Kini Rosie sudah miliki 35 pegawai di rumah produksi di Depok, Jawa Barat. "Untuk omzet sekitar Rp 800.000 sampai Rp 1 juta per gerai, nah bisa dikalikan sajalah sama jumlah gerai sekarang," ungkap Rosie.
 
Meski sukses berwirausaha tahu, Rosie menyebut tak masalah jika ada pemain lain yang coba mengekor usahanya ini. Ia justru senang jika banyak pemain baru bermunculan pemain bisnis tahu sejenis lain, yang artinya akan membantu kurangi pengangguran.      
 
(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×