kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kisah sukses Rianda bangun perusahaan fireworks and special effects products


Senin, 11 November 2019 / 17:20 WIB
Kisah sukses Rianda bangun perusahaan fireworks and special effects products
ILUSTRASI. Pemilik Multinex FX Rianda Dwi. KONTAN/Fransisca Firlana

Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Fransiska Firlana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah pertunjukan skala besar, biasanya tak luput dari efek pendukung yang mampu menghadirkan suasana semarak nan megah. Salah satunya, efek kembang api dengan berbagai warna. Untuk menampilkan efek semacam itu, dibutuhkan kreator.

Bisnis kreator efek adalah sebuah bisnis besar. Maklum, anggaran pertunjukan dengan efek khusus bisa ratusan juta rupiah. Nah, salah satu yang sukses mendulang peruntungan di bisnis ini adalah Rianda Dwi Saputra. Mengusung bendera bisnis Multiline FX, dia menjadi salah satu penyedia layanan fireworks and special effect product terbesar di Indonesia.

Jasa yang diberikan Rian tak cuma pertunjukan kembang api atau kembang api effect, Multiline FX mampu menghadirkan beragam special effect yang. Misalnya CO CO2 effect, confetti, fire effect, foam, snow, bubble, dan pyrotechnic.

Dalam setahun, Rian bisa menggarap 150 proyek. Jenis pertunjukan yang digarap beragam. Ada pertunjukan musik, fashion show, dan banyak lagi. Jika nilai transaksi sekali proyeknya bisa sampai ratusan juta, bisa kita kira-kira berapa besar omzet yang berpotensi dia raih setiap bulannya.

Namun, perjalanan Rian mencapai titik seperti sekarang tidaklah mudah. Rian mengawali karier sebagai marketing provider selama setahun.

Berikutnya, dia menjadi kameramen di sebuah stasiun televisi. Setelah enam bulan, Rian pindah kerja ke perusahaan fireworks dan special effect product. Di situ lah ia mulai mengenal aneka kembang api, desain pertunjukan, hingga operator. "Saya kebut belajar soal special effect di perusahaan itu," ujar Rian.

Enam bulan setelah menjadi pekerja, pada tahun 2005, dia memutuskan menjalan usaha sendiri. Bermodalkan dana Rp 15 juta, Rian menyebar proposal melalui faksimili yang diburunya di buku kuning.

Proyek pertama datang dari seorang teman yang meminta Rian menggarap fireworks effect pada pertunjukan musik di Bali. Rian mengaku, dia kewalahan sebab saat itu dia belum punya alat sendiri. Dia menyewa alat dan belanja kembang api di agen-agen.

Dari situ, satu demi satu klien datang. Nilai proyek awalnya masih kecil. Tak jarang saya nggak dibayar. "Yasudah, saya ikhlaskan," katanya.

Pada periode 2005-2008, nilai satu proyek yang digarap Rian masih di bawah Rp 75 juta. Dalam setahun dia hanya mampu menggaet puluhan proyek. "Saya dulu heran, kok pemain lain bisa dapat projek ratusan juta. Saya juga kepingin, dong," kisah Rian sembaru tertawa.

Pada tahun 2010 kesempatan itu pun tiba. Sebaran faksimili Rian ditanggapi perusahaan besar di Papua. Untuk kali pertama, ia menangani proyek kembang api senilai Rp 250 juta.

 

Hilang penglihatan

 

Saat nama Multiline FX semakin berkibar dan nilai proyek nya fantastis, Rian harus menerima kenyataan pahit. Tahun 2014, dia mengalami kecelakaan dan harus kehilangan penglihatannya. Hal itu benar-benar membuatnya terpukul.

Butuh waktu hampir satu setengah tahun sampai Rian menemukan kepercayaan dirinya kembali. Tidak mudah. Tapi keinginannya membesarkan Multiline FX menjadi energi yang begitu besar. Maka, pelan tapi pasti, dia kembali memainkan jari-jari tangannya di tombol-tombol operator efek spesial. Alat-alat kerjanya pun dimodifikasi, supaya Rian bisa mengoperasikannya langsung.

Rian terus melatih ketajamannya mendengarkan bunyi, irama, dan tempo musik atau set-set pertunjukan yang sudah didesain. Semua tak sia-sia. Rian kembali menjadi sutradara sekaligus operator spesial efek pertunjukan besar, kendati dalam penglihatan yang gelap.

Insting Rian justru makin akurat. Bahkan ketika ada ledakan kembang api atau efek yang kurang baik pun, ia tetap bisa memantau.

Ternyata kembalinya kepercayaan diri Rian tidak serta merta memuluskan bisnis Multiline FX. Banyak klien meragukan kemampuannya karena keterbatasan fisik itu. Untungnya, ada klien-klien lama yang masih mau mempercayakan acaranya ke tangan Rian. Ini tak lepas pula dari kelihaian Rian dalam marketing.

Ketekunan Rian pun membuahkan hasil. Satu demi satu, klien datang. Bahkan dia mampu menghadirkan spesial efek untuk pertunjukan musisi-musisi internasional. Di antaranya, Rita Ora, Anne Marie, Snoop Dogg, Katy Pary, G Dragon, Jeremy Zucker, DJ Alan Walker, DJ Marshmellow, DJ Afrojack, dan DJ Martin Garrix.

Kini, Rian juga tak perlu bersusah payah menawarkan jasanya. Dia sudah menggenggam beberapa proyek tahunan, seperti pertunjukan musik Djakarta Warehouse Project, Soundrenaline, SHVR Ground Festival, dan LAFF Festival. "Keterbatasan bukan penghalang untuk melakukan sesuatu yang besar," kata Rian semangat.


Tag


TERBARU

Close [X]
×