kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kucuran rupiah dari aksi penyelamatan data penting


Senin, 25 Oktober 2010 / 12:12 WIB
Kucuran rupiah dari aksi penyelamatan data penting
ILUSTRASI. Kondominium baru Intiland


Reporter: Fahriyadi | Editor: Tri Adi

Peran komputer semakin penting dalam aktivitas kerja dan menunjang kehidupan sehari-hari. Bisa dibayangkan kerepotan yang akan timbul jika produk teknologi tinggi itu rusak. Misalnya, seluruh data yang tersimpan dalam hard disk hilang. Ini sebuah peluang bisnis bagi jasa recovery hard disk.

hard disk drive atau disingkat HDD adalah perangkat keras yang berfungsi sebagai sarana penyimpan data. Seperti juga otak manusia, HDD sangat vital dalam sistem kerja sebuah komputer.

Karena posisinya yang vital, bisnis jasa perbaikan atau recovery HDD sangat menjanjikan. Menurut Tony Herianto, pemilik Indo Data Recovery, permintaan jasa data recovered (DR), sebutan untuk pelaku bisnis jasa ini, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Padahal, pada awalnya jasa DR hanya menjadi bagian dari bisnis penjualan komputer jinjing atau laptop miliknya. Seiring makin ramainya keluhan HDD bermasalah, Tony memisahkan bisnisnya itu dengan membuka jasa perbaikan HDD di Kuningan, Jakarta.

Latar belakang pendidikan teknologi informasi di salah satu universitas swasta di Jakarta, membuatnya mampu menangani masalah HDD baik kecil, medium hingga tingkat sulit sekalipun. Tentu, semakin tinggi tingkat kerusakan, tarif perbaikannya kian besar.

Untuk kasus kecil, seperti data hilang akibat terhapus atau terformat ulang, Tony memasang tarif Rp 300.000. Adapun kasus medium seperti partisi hard disk yang tidak tampil di monitor, biayanya mencapai Rp 1 juta-Rp 2 juta. "Dengan catatan kondisi fisik HDD dalam keadaan baik," ujarnya.

Selain ditentukan tingkat kerusakan, besarnya biaya juga berpatokan pada kapasitas penyimpanan datanya. Untuk kasus sulit seperti jatuh dari ketinggian, terbakar atau tersiram air, biaya recovery mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Selain perorangan, banyak perusahaan yang memakai jasa Tony. Saban bulan dia mampu melayani perbaikan 50-100 unit HDD. "Sebagian besar dalam taraf kecil hingga medium," jelas pria berusia 30 tahun ini. Dus, dia mampu meraup omzet antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Tony tak hanya mampu memperbaiki HDD, Tony juga dapat memulihkan flash disk.

Omzet pelaku usaha lainnya, Theo Data Recovery (TDR) yang beroperasi di kawasan Sudirman, Jakarta belum sebesar omzet Tony. Dalam sebulan TDR hanya mampu menjaring 10-15 pelanggan dengan omzet mencapai Rp 10 juta.

Omzet TDR relatif masih minim usaha ini masih baru dan dalam taraf proyek ujicoba. Mereka juga hanya menerima jasa panggilan di lingkup sekitar Sudirman.

Ali Wardana, staf IT TDR, mengatakan, tarif yang mereka kenakan untuk jasanya Rp 350.000 hingga Rp 2 juta. Syaratnya, tingkat kerusakan alat penyimpan data itu masih di bawah 50%.

Tony optimistis, bisnis jasa perbaikan hard disk akan terus berkembang. Namun, pasti tingkat kesulitannya akan terus meningkat, seperti halnya ukuran hard disk yang kian besar tapi bodi komputer kian kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×