kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Laba benderang dari bisnis jasa periklanan


Jumat, 17 Oktober 2014 / 15:07 WIB
Laba benderang dari bisnis jasa periklanan
ILUSTRASI. Manfaat buah apel untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Rizki Caturini

Salah satu cara promosi yang paling inti dalam berbisnis adalah membentuk brand atau merek usaha. Cara yang paling umum adalah dengan memberi tanda di papan nama atau di berbagai alat periklanan lainnya yang sudah populer. Ini biasa disebut signage, yang diambil dari kata sign dalam bahasa Inggris yang artinya petunjuk. Jadi, signage dalam sektor bisnis intinya untuk menyampaikan informasi lewat berbagai media promosi.

Nah, bisnis periklanan ini tentu menjadi peluang bagi pelaku usaha di Indonesia, seiring perekonomian negara yang terus tumbuh. PT Priyamitra Satwika salah satunya yang memanfaatkan potensi ini. Menjadi master franchise di Indonesia, Priyamitra menjalankan bisnis signage yang berbasis di Florida, Amerika Serikat (AS) dengan brand Signarama.

Steven Kusnadi, Direktur PT Priyamitra Satwika mengatakan, prospek bisnis ini cukup besar. Jasa yang ditawarkan mulai dari branding, signs, marketing, vehicle wraps, sampai digital advertising. Berdiri sejak pertengahan tahun 2013 di Indonesia, Signarama baru mulai ditawarkan kepada masyarakat pada September 2014. Saat ini belum ada mitra yang bergabung. Bagi calon mitra yang tertarik untuk menjalankan usaha ini, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.

Biaya royalti 6%

Steven bilang, Signarama menawarkan paket investasi sebesar US$ 49.500 atau setara Rp 595 juta dengan hak operasi selama 20 tahun. Di samping itu, mitra juga harus menyiapkan dana untuk peralatan untuk beroperasi sebesar US$ 124.000 atau setara Rp 1,5 miliar. Sehingga total investasi awal sekitar Rp 2 miliar.

Sementara, sewa lokasi dan tenaga kerja menjadi tanggungan mitra usaha. Ia menganjurkan agar lokasi berada di ruko yang dekat dengan area perkantoran.
Sebelum menjalankan usaha, mitra akan mendapat pelatihan agar dapat memahami pengoperasian peralatan selama lima minggu. "Biaya pelatihan dan transportasi sudah dalam franchise fee," terangnya.

Karena jasa produk yang ditawarkan cukup variatif, maka harga yang dibanderol untuk setiap produk maupun jasanya juga beragam, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Steven mengklaim, klien yang sudah menggunakan jasa Signarama seperti Lotte Shopping Avenue, Plaza Bali, Alfamidi, Grand Lucky, dan makanan ringan Pocky.

Rata-rata omzet bisa mencapai Rp 6 miliar per tahun. Mitra dikenakan biaya royalti sebesar 6% dari total omzet per bulan. Dia memperkirakan laba bersih yang akan diperoleh mitra sekitar 30%-35%. Sudah ada beberapa mitra yang tertarik untuk menjalankan usaha ini. Salah satunya akan beroperasi pada Maret 2015. Pengamat bisnis, Erwin Halim  bilang, bisnis pembuatan tanda dan desain masih prospektif. Namun, butuh banyak promosi agar usaha ini dikenal luas.                 n


PT Priyamitra Satwika     
Jln. Sultan Iskandar Muda 8G, Kebayoran Lama, Jakarta. Telp: (021) 68118686
HP: 08561087878

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×