kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Laba dari bisnis pisang olahan masih tergolong lumayan


Sabtu, 21 Maret 2020 / 09:15 WIB
Laba dari bisnis pisang olahan masih tergolong lumayan

Reporter: Ratih Waseso, Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi masyarakat Indonesia, pisang merupakan salah satu buah yang punya banyak penggemar. Selain kaya vitamin dan mineral, buah berwarna kuning ini juga bisa jadi aneka camilan. Mulai pisang goreng, pisang bakar, hingga keripik pisang. Termasuk, olahan pisang yang memakai olesan atau topping beragam rasa.

Salah satunya adalah pisang goreng dengan aneka macam isian rasa. Tak cuma sekadar berisi cokelat, keju, stroberi, tapi juga nuget, biskuit, matcha, dan lainnya. Tambahan rasa atau topping ini terutama ditujukan untuk mengakomodir pasar kaum muda atawa milenial yang doyan camilan dengan aneka rasa.
 
Inilah yang membuat gerai pisang olahan hingga kini masih eksis. Malah, beberapa tahun lalu, gerai olahan pisang sempat naik daun. Tak jarang, para pebisnis gerai pisang olahan ada yang menawarkan kemitraan usaha. Tujuannya adalah untuk mempercepat ekspansi usaha.
 
Lantas, bagaimana kondisi bisnis kemitraan dari gerai pisang olahan tersebut saat ini? Untuk mengupas kondisi terkini dari gerai pisang olahan, KONTAN akan mengulasnya dalam Rubrik Review Waralaba pada pekan ini. Berikut ulasannya:  
 
Piscok Lumeerr
 
Piscok Lumerr merupakan usaha gerai pisang olahan besutan Joko Sartono yang berasal dari Bekasi. Saat KONTAN mengulasnya April 2018, Piscok Lumeerr sudah memiliki 100 gerai yang tersebar di beberapa wilayah.
 
Saat ini, Joko mengklaim, jumlah gerai Piscok Lumerr sudah lebih dari 100 outlet. Sayang, ia tidak menyebutkan angka pastinya. Yang jelas, ada tambahan gerai. "Piscok Lumeerr Alhamdulillah saat ini masih lancar. Gerai ada di Jabodetabek, Yogyakarta, Surabaya, Bengkulu, dan Makassar. Gerai pusat ada 10 gerai," katanya ke KONTAN.
 
Sebelumnya, Piscok Lumeerr menawarkan paket A senilai Rp 7 juta dan paket B dengan nilai Rp 8 juta. Perbedaannya ada pada ukuran gerobak saja. Sekarang, ada kenaikan dan tambahan paket kemitraan. Untuk paket A berupa gerobak roda kecil menjadi Rp 7,5 juta, dan paket B dengan gerobak roda besar jadi Rp 8,5 juta. Sementara paket C yang tanpa gerobak cuma Rp 5 juta saja.
 
Selain gerobak, mitra mendapatkan ragam fasilitas. Ambil contoh, peralatan masak, pelatihan cara memasak dan mengembangkan bisnis, banner, perlengkapan penyajian, serta bahan baku.
 
Untuk tetap mempertahankan bisnis, Piscok Lumerr kerap menambah varian rasa. Selain pisang dengan isian cokelat, keju, keju susu, kacang, cokelat keju, nanas, dan stroberi, ada juga menu anyar. Yakni, ubi lumeerr, pisang krispi, piscok oreo, dan piscok tiramisu.
 
Selain itu, harga Piscok Lumeerr mengalami kenaikan Rp 500 per porsi. Sebelumnya, harga satu porsi Piscok Lumeerr Rp 2.000 smapai Rp 3.000, saat ini antara Rp 2.500 hingga Rp 3.500 per buah
 
Menurut Joko, inovasi memang penting di bisnis kuliner, termasuk juga di Piscok Lumeerr. Maklum, perkembangan pasar begitu cepat saat ini, dan selera konsumen juga cepat berubah. 
 
Inilah salah satu kendala yang Joko hadapi di bisnis ini. "Butuh selalu update varian rasa baru supaya tidak bosan.  Jadi, kami terus buat produk dengan rasa baru yang disukai saat ini," ujarnya.
 
Dengan inovasi tersebut, Joko masih optimistis terhadap bisnisnya, dan menargetkan Piscok Lumeerr mampu menambah 50 mitra lagi sampai akhir tahun ini.
 
O'Banna Pisang Bulat Crispy
 
Pelaku bisnis gerai olahan pisang lainnya adalah Hisbullah Hasan Hanafi, dengan label O'Banna Pisang Bulat Crispy di Klaten, Jawa Tengah. Usaha yang dia rintis sejak 2010 ini menawarkan olahan pisang berbentuk bulat dan renyah dengan ragam isian. Ada selai, keju, coklat, buah, dan isian lainnya.
 
Hasan menawarkan kemitraan O'Banna sekitar dua tahun lalu, dan saat KONTAN mengupasnya pada 2019, sudah memiliki lebih dari 50 mitra. Setahun berlalu, kini mitra O'Banna Pisang Bulat Crispy mencapai 100 gerai di seluruh Indonesia. Perinciannya: 12 gerai milik pusat dan sisanya punya mitra.
 
Sebelumnya, Hasan menawarkan beragam paket kemitraan. Mulai dari yang termurah Rp 3,5 juta sampai yang termahal Rp 30 juta yang mewakili wilayah kabupaten atau kotamadya, hingga paket Rp 300 juta yang mewakili areal satu provinsi.
 
Kini, dia cukup menawarkan paket kemitraan Rp 3,5 juta saja untuk memudahkan mitra saat bergabung dengan O'Banna Pisang Bulat Crispy. Dengan paket tersebut, mitra akan mendapat ragam fasilitas usaha termasuk gerobak buat jualan. Untuk bahan baku pisang, mitra bisa menyediakan sendiri.
 
Harga jual olahan pisang di O'Banna Pisang Bulat Crispy masih sama, yaitu Rp 2.000 per biji atau Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per porsi.
 
Sama dengan pemain lainnya, O'Banna Pisang Bulat Crispy menawarkan menu pisang bulat goreng dengan berbagai tambahan topping, seperti cokelat, keju, susu, dan aneka rasa selai. Rasa teh hijau menjadi varian yang paling konsumen minati.
 
Bicara kendala, Hasan mengungkapkan, adalah saat memasok bahan baku ke mitra bisnis. Biasanya, biaya pengiriman ke mitra terutama yang ada di luar daerah kerap menjadi mahal. Namun untungnya, omzet dari mitra bisnis bisa menutupi biaya pengiriman tersebut. 
 
Untuk menyiasati kendala tersebut, Hasan menyarankan kepada mitra bisnis untuk mencari perusahaan logistik dengan biaya pengiriman yang lebih murah, dan tentu terjamin pengirimannya.
 
Melihat perkembangan bisnis yang masih positif tersebut, Hasan pun yakin jumlah mitra O'Banna Pisang Bulat Crispy masih terus bertambah. Apalagi, setelah ia memangkas paket kemitraan menjadi hanya satu saja. Targetnya adalah bisa menjaring hingga 200 mitra lagi sampai akhir tahun nanti.
 
Pisang Baday
 
Pemain lainnya adalah Kezia Vozia, pemilik Pisang Banana Day (Baday). Usaha ini sudah ia jalani sejak 2017 dan satu tahun kemudian langsung membuka kemitraan.
Saat KONTAN mengulasnya tahun lalu, Kezia sudah memiliki tujuh gerai. Dua gerai milik sendiri dan lima gerai punya mitra yang tersebar di Jakarta serta Bekasi.
 
Namun, saat ini Kezia tengah menutup tawaran kemitraan Pisang Baday untuk sementara waktu. Rupanya, ia tengah fokus membuka usaha kuliner baru yang belum bisa dia publikasikan. "Kami sedang off kemitraan dulu sementara ini, karena sedang buka usaha baru," kata Kezia kepada KONTAN.
 
Karena bersifat sementara, ia memastikan akan kembali membuka kemitraan usaha Pisang Baday lagi dua bulan kemudian. Tapi, untuk paket kemitraan yang akan Kezia tawarkan belum bisa dia informasikan lebih lanjut. Termasuk, apakah akan mengalami perubahan atau tidak. "Ditunggu saja, nanti informasinya kalau sudah buka kemitraan
lagi," tuturnya.
 
Sekadar informasi, Pisang Baday sempat menawarkan paket investasi senilai Rp 20 juta. Dengan modal tersebut, mitra mendapat fasilitas satu booth premium, peralatan usaha lengkap, kemasan, selai premium untuk aneka topping, panduan resep rahasia, standar operasional, media promosi, pelatihan karyawan, dan bahan baku awal. 
 
Pisang Baday menyajikan aneka menu olahan pisang dengan ragam isian. Ada cokelat, keju, teh hijau, oreo, tiramisu, dan rasa lainnya. Harga jualnya Rp 16.000–Rp 26.000 per kotak.    




TERBARU

Close [X]
×